Ditantang Duel Bahar Bin Smith, Hercules Pilih Telepon dan Klarifikasi: “Jangan Kita Diadu Domba”

0
1788144888191-1

Sorotan Publik — Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules memilih merespons tantangan terbuka Habib Bahar bin Smith melalui jalur komunikasi langsung. Alih-alih menghadapi polemik tersebut dengan aksi terbuka, Hercules menghubungi Bahar melalui sambungan telepon untuk memberikan klarifikasi terkait kasus tewasnya Bambang Setiawan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Bambang Setiawan, seorang pedagang cermin, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Dalam insiden tersebut, Bambang meninggal dunia, sementara seorang pemuda bernama Faturohman dilaporkan mengalami luka.

Sebelumnya, Bahar bin Smith mendatangi keluarga korban dan menyampaikan pernyataan keras terkait kasus tersebut. Ia meminta para pelaku dikumpulkan dan menyatakan siap menghadapi pihak yang bertanggung jawab, termasuk apabila terdapat pihak yang dikaitkan dengan GRIB Jaya.

Bahar juga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam pengeroyokan.

Hercules Bantah Keterlibatan GRIB Jaya

Merespons pernyataan tersebut, Hercules memilih berkomunikasi langsung dengan Bahar. Dalam percakapan itu, Hercules menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Bahar.

Ia juga meminta agar dirinya dan Bahar tidak diadu domba oleh informasi yang beredar di media sosial.

Hercules membantah adanya keterlibatan kelompoknya dalam pengeroyokan yang terjadi di Pejompongan. Menurut penjelasan Hercules, aktivitas kelompoknya berlangsung di wilayah Jakarta Barat, bukan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Karena itu, ia meminta agar dirinya maupun GRIB Jaya tidak langsung dikaitkan dengan kasus tersebut sebelum fakta hukum dan penyelidikan aparat menemukan pihak yang sebenarnya bertanggung jawab.

Sikap tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas tudingan yang berkembang di tengah masyarakat setelah peristiwa pengeroyokan yang menewaskan Bambang.

Pilih Silaturahmi daripada Duel

Alih-alih merespons tantangan duel dengan tantangan serupa, Hercules justru mengajak Bahar untuk bertemu dan bersilaturahmi.

Hercules bahkan menyatakan siap menerima kedatangan Bahar di kantornya dan memastikan pertemuan tersebut berlangsung dengan aman.

Langkah tersebut menunjukkan upaya Hercules untuk meredam potensi benturan terbuka sekaligus menghindari berkembangnya polemik antara dua tokoh tersebut.

Di sisi lain, kasus pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia masih menjadi ranah penegakan hukum. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak-pihak yang terlibat.

Dengan demikian, tudingan mengenai keterlibatan kelompok tertentu perlu dibuktikan melalui proses hukum dan alat bukti yang sah.

Persoalan utama kini bukan siapa yang paling keras menyampaikan tantangan, melainkan siapa pelaku sebenarnya dan bagaimana aparat dapat mengungkap kasus tersebut secara transparan.

Komunikasi langsung antara Hercules dan Bahar setidaknya membuka ruang untuk meredam ketegangan. Keduanya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog, sementara kasus kematian Bambang tetap diserahkan kepada proses hukum.

Publik pun menunggu satu hal yang paling penting: pengungkapan fakta mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pengeroyokan di Pejompongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *