Di Balik Seragam Babinsa, Serda Lalu Sahar Tinggal di Rumah Nyaris Roboh di Pasuruan
PASURUAN – Di balik seragam TNI dan tugasnya sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), Serda Lalu Sahar menjalani kehidupan sederhana bersama keluarganya di Kelurahan Tamanan, Pasuruan, Jawa Timur.
Kondisi tempat tinggalnya menjadi perhatian. Rumah yang ditempatinya bersama keluarga disebut dalam kondisi memprihatinkan, dengan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan sebagian besar atap tidak lagi dalam kondisi baik.
Saat hujan turun, air disebut mudah masuk ke dalam rumah. Kondisi tersebut membuat tempat tinggal yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi keluarga justru membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Meski berada dalam keterbatasan, kondisi tersebut tidak membuat Serda Lalu Sahar mengabaikan tugasnya sebagai Babinsa. Ia tetap menjalankan aktivitas dan hadir di tengah masyarakat di wilayah binaannya.
Sebagai Babinsa, Lalu Sahar menjalankan tugas pembinaan teritorial serta berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadirannya di tengah warga menjadi bagian dari upaya membantu dan mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan dan persoalan di wilayah tugasnya.
Di sisi lain, kehidupan pribadinya menunjukkan gambaran berbeda. Ketika menjalankan tugas untuk membantu masyarakat, rumah yang menjadi tempat berlindung keluarganya sendiri masih membutuhkan perhatian.
Kisah Lalu Sahar menjadi gambaran tentang sisi lain kehidupan seorang prajurit yang mungkin tidak selalu terlihat. Pengabdian tidak hanya berlangsung dalam situasi besar, tetapi juga melalui rutinitas sehari-hari ketika seorang Babinsa tetap menjalankan amanah di tengah keterbatasan kehidupan keluarga.
Kondisi tersebut sekaligus mengingatkan bahwa prajurit yang bertugas di tengah masyarakat juga merupakan bagian dari keluarga yang memiliki kebutuhan dan persoalan kehidupan sehari-hari.
Harapannya, kisah Serda Lalu Sahar dapat menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya terhadap kondisi tempat tinggalnya dan kebutuhan keluarganya. Kepedulian terhadap prajurit yang menjalankan tugas di lapangan diharapkan dapat diberikan melalui mekanisme dan bantuan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di balik seragam yang dikenakannya setiap hari, ada sosok prajurit yang tetap berusaha menjalankan tugas dan hadir bagi masyarakat, meski kehidupan keluarganya sendiri masih menghadapi keterbatasan.
