Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya Soroti Pertemuan Al Haris dan Herman Deru: Persahabatan Jangan Dikalahkan Opini
SOROTAN PUBLIK — Pertemuan Gubernur Jambi Al Haris dengan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., di Muara Dua mendapat perhatian dari Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya sekaligus Ketua AWNI Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok.
Rizkan menilai pertemuan tersebut menjadi pesan penting bahwa hubungan persahabatan, persaudaraan, dan komunikasi antartokoh daerah harus tetap dijaga, meskipun sebelumnya sempat muncul berbagai opini di ruang publik terkait persoalan kabut asap.
“Menurut saya, pertemuan antara Pak Al Haris dan Pak Herman Deru ini merupakan sesuatu yang positif. Beliau berdua adalah sahabat, kakak dan senior. Jangan sampai sebuah persoalan atau opini yang berkembang di ruang publik kemudian merusak hubungan persaudaraan yang sudah terjalin,” ujar Rizkan.
Menurutnya, ruang publik memang menjadi tempat masyarakat menyampaikan pendapat dan kritik. Namun, setiap informasi maupun tudingan yang berkaitan dengan persoalan publik harus tetap ditempatkan berdasarkan data, fakta, dan konteks yang jelas.
“Pers punya tugas untuk mengawasi dan menyampaikan informasi kepada rakyat. Tetapi pers juga harus menjaga akurasi dan keberimbangan. Kalau ada persoalan kabut asap, mari kita bicara berdasarkan fakta, sumber yang jelas dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Rizkan menegaskan, kritik terhadap kebijakan maupun persoalan publik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik tidak seharusnya berkembang menjadi upaya mempertentangkan hubungan personal antartokoh apabila tidak didukung fakta.
“Jangan karena framing atau opini, kemudian dua sahabat seolah-olah dipertentangkan. Kalau memang ada persoalan, selesaikan secara terbuka, objektif dan sesuai aturan. Tetapi silaturahmi tetap harus dijaga,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sikap Al Haris dan Herman Deru yang tetap membuka ruang silaturahmi di tengah dinamika yang berkembang.
Bagi Rizkan, hubungan baik antara para pemimpin daerah di Sumatera memiliki arti penting. Komunikasi antardaerah dibutuhkan untuk membangun kerja sama dan menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Sumatera ini punya banyak persoalan yang membutuhkan sinergi. Jambi dan Sumatera Selatan juga memiliki hubungan yang sangat dekat, baik secara geografis maupun sosial. Karena itu, persahabatan para pemimpinnya justru harus menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bagi kepentingan rakyat,” ujarnya.
Rizkan berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi atau narasi yang belum teruji kebenarannya.
“Rakyat berhak tahu. Tetapi rakyat juga berhak mendapatkan informasi yang benar, utuh dan berimbang. Kita ingin pers menjadi penyambung lidah rakyat, bukan menjadi sumber pertentangan,” kata Rizkan.
Ia menambahkan bahwa persoalan kabut asap tetap merupakan isu serius yang harus ditangani secara bersama-sama apabila terbukti terjadi. Namun, penanganannya harus berorientasi pada fakta, pencegahan, penegakan hukum dan perlindungan masyarakat.
“Kalau ada kesalahan, tentu harus dikoreksi. Kalau ada pelanggaran hukum, harus diproses sesuai aturan. Tetapi jangan mencampuradukkan persoalan tersebut dengan hubungan persahabatan antarmanusia,” ujarnya.
Rizkan menutup tanggapannya dengan mengajak seluruh pihak menjaga suasana kondusif dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Persahabatan boleh berbeda dengan dinamika politik dan pemberitaan. Yang penting kepentingan rakyat jangan dikorbankan. Kita ingin Jambi, Sumatera Selatan dan seluruh Sumatera semakin kuat karena komunikasi dan persaudaraan, bukan karena saling mempertentangkan,” pungkasnya.
Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya sekaligus Ketua AWNI Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok, menegaskan bahwa kebenaran dan keadilan harus tetap menjadi pijakan dalam setiap pemberitaan, sementara silaturahmi dan persaudaraan harus terus dijaga.
