Desa Krandegan Buktikan Irigasi Tenaga Surya Tingkatkan Produktivitas, Sawah Kini Panen Tiga Kali Setahun

0
IMG-20260717-WA0022

PURWOREJO – Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian. Melalui sistem irigasi bertenaga surya, lahan pertanian yang sebelumnya mengandalkan curah hujan kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Inovasi tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berkembang di kawasan perkotaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya operasional petani.

Program ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi untuk mengoperasikan pompa irigasi yang mengambil air dari Sungai Dulang menuju areal persawahan.

Dari Sawah Tadah Hujan Menjadi Lebih Produktif

Sebelum menggunakan teknologi tenaga surya, sebagian besar lahan pertanian di Desa Krandegan bergantung pada hujan sehingga produktivitas tanaman sangat dipengaruhi musim.

Melalui pengembangan sistem irigasi berbasis PLTS, sekitar 70 hektare sawah kini memperoleh pasokan air yang lebih stabil sehingga memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun.

Pengembangan tersebut dimulai pada 2022 melalui bantuan pemerintah dan terus diperkuat menggunakan dana desa serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Saat ini, Desa Krandegan memiliki tujuh unit pompa tenaga surya dengan kapasitas panel mencapai sekitar 42.000 watt untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Hadirkan Inovasi “Gerandong”

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah “Gerandong” atau Gerobak Surya Dorong, yakni pompa air tenaga surya yang dipasang pada gerobak sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan lahan pertanian.

Perangkat tersebut juga telah dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) sehingga pengoperasian pompa dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan telepon pintar.

Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi menghadapi kekeringan pada musim kemarau sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan irigasi di tingkat desa.

Hemat Biaya Operasional

Pemanfaatan energi matahari memberikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan penggunaan pompa berbahan bakar solar.

Jika sebelumnya petani harus mengeluarkan biaya operasional yang besar untuk membeli bahan bakar, kini kebutuhan energi dipenuhi melalui panel surya sehingga pengeluaran dapat ditekan secara drastis.

Pengelolaan operasional dilakukan melalui sistem gotong royong dengan iuran yang digunakan untuk mendukung biaya perawatan dan operasional pompa.

Efisiensi tersebut turut meningkatkan pendapatan petani karena biaya produksi menjadi lebih rendah, sementara hasil panen mengalami peningkatan.

Dukung Ketahanan Pangan dan Energi

Pemerintah daerah menilai keberhasilan Desa Krandegan menjadi contoh nyata bagaimana energi terbarukan dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan nasional.

Selain meningkatkan hasil produksi pertanian, penggunaan energi bersih juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah desa berencana memperluas pemanfaatan pompa tenaga surya agar seluruh lahan pertanian memperoleh akses irigasi yang memadai.

Keberhasilan Desa Krandegan menunjukkan bahwa inovasi teknologi tepat guna di tingkat desa mampu menghadirkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Model ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian yang lebih produktif, hemat energi, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *