Dedi Mulyadi: Pemimpin Harus Hadir Saat Rakyat Susah, Bukan Sekadar Duduk di Kursi Jabatan
BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya keteladanan seorang pemimpin dalam membangun kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.
Pesan tersebut disampaikan Dedi saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Sate, Jawa Barat, 17 Agustus 2026.
Dalam pidatonya, Dedi mengatakan kecintaan rakyat kepada bangsa tidak cukup dibangun melalui kata-kata. Menurutnya, keteladanan para pemimpin dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Dedi menegaskan seorang pemimpin harus mampu hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Pemimpin, kata dia, harus datang ketika rakyat sakit, memberikan pertolongan saat masyarakat berada dalam kesusahan, serta berada di garis terdepan ketika rakyat membutuhkan perlindungan dan keadilan.
“Datang saat rakyat sakit. Obatin saat rakyat susah. Berdiri paling depan saat rakyat ditindas,” ujar Dedi.
Pemimpin Tidak Boleh Berjarak dengan Rakyat
Dedi juga mengingatkan para pejabat agar tidak menciptakan jarak dengan masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu memahami kehidupan rakyat secara langsung, termasuk berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Ia menggambarkan sosok pemimpin yang ideal sebagai figur yang mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah bersama masyarakat.
Bagi Dedi, kepemimpinan bukan sekadar persoalan administratif atau menjalankan kewenangan yang melekat pada jabatan. Seorang pemimpin harus memiliki kepedulian dan keberanian untuk mengambil sikap ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah.
Kepemimpinan Adalah Persoalan Hati
Dalam kesempatan tersebut, Dedi menekankan bahwa jabatan, fasilitas, maupun tunjangan bukanlah ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin.
Menurutnya, kepemimpinan pada dasarnya berkaitan dengan hati, kepedulian, keberpihakan, serta kesediaan untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat.
“Ini bukan soal jabatan. Ini soal hati,” tegas Dedi.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dari pidato Dedi Mulyadi dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Melalui momentum kemerdekaan, ia mengajak para pemimpin untuk kembali menempatkan kepentingan rakyat sebagai bagian utama dari tanggung jawab kepemimpinan.
Sumber: Humas Jabar
