Dari Pemilah Sampah Pabrik ke Kursi Kepala Desa, Surya Menang Tipis Pilkades Mekarwangi 2026

0
1790217938849-1

BEKASI – Kisah Surya, pria berusia 46 tahun asal Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian setelah dirinya berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarwangi 2026.

Surya sebelumnya dikenal bekerja sebagai pemilah sampah buangan pabrik. Setiap hari, ia mengumpulkan berbagai barang bekas yang masih memiliki nilai jual untuk kemudian dipilah dan dijual kembali. Penghasilan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Latar belakang ekonomi yang sederhana tidak membuat Surya mengurungkan niat untuk mengikuti kontestasi Pilkades Mekarwangi 2026. Keputusannya maju sebagai calon kepala desa sempat mendapat cibiran dan keraguan dari sejumlah pihak.

Perjuangan Surya bahkan dianalogikan seperti “semut melawan gajah” karena harus berhadapan dengan calon yang memiliki posisi sebagai petahana. Namun, berbagai pandangan tersebut tidak membuatnya mundur.

Dengan dukungan keluarga, sahabat, dan masyarakat yang memberikan kepercayaan, Surya tetap mengikuti seluruh tahapan pemilihan hingga hari pemungutan suara.

Hasilnya, persaingan Pilkades Mekarwangi berlangsung ketat. Surya berhasil memperoleh 4.107 suara, sementara calon petahana Subur Rustadi meraih 4.015 suara.

Dengan selisih 92 suara, Surya akhirnya dinyatakan memperoleh suara terbanyak dan terpilih sebagai Kepala Desa Mekarwangi.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan hidup Surya. Dari pekerjaan sebagai pemilah sampah pabrik untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia kini memperoleh mandat masyarakat untuk memimpin pemerintahan desa.

Kisah Surya juga menggambarkan bahwa latar belakang ekonomi seseorang tidak selalu menjadi penghalang untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Dalam kontestasi tersebut, dukungan pemilih menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih kemenangan.

Perjalanan Surya dari pekerjaan memilah sampah hingga terpilih sebagai kepala desa menjadi cerita tentang keberanian untuk mencoba, keteguhan menghadapi keraguan, serta kepercayaan masyarakat yang diperoleh melalui proses pemilihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *