Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Revitalisasi Sekolah Capai 27.911 Satuan Pendidikan, Target 2026 Diperluas Jadi 71.744

0
1790217529532-1

JAKARTA – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperluas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari upaya membenahi sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, pada 2025 program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp16,9 triliun.

Memasuki 2026, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp13,4 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan. Dengan demikian, jika capaian 2025 dan alokasi awal 2026 dihitung secara kumulatif, terdapat 27.911 satuan pendidikan yang telah masuk dalam cakupan program dengan nilai anggaran sekitar Rp30,3 triliun.

Namun, angka tersebut perlu dibedakan dari target perluasan program 2026. Kemendikdasmen menyatakan Presiden Prabowo memberikan arahan untuk menambah sekitar 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi. Dengan tambahan tersebut, target revitalisasi 2026 menjadi 71.744 satuan pendidikan.

Target Revitalisasi Diperluas

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti sebelumnya menjelaskan bahwa target 71.744 satuan pendidikan merupakan target baru. Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah memiliki alokasi anggaran sekitar Rp13,4 triliun, sementara tambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan masih merupakan perluasan program yang proses pembahasan dan penganggarannya dilakukan sesuai arahan Presiden.

Artinya, target 71.744 sekolah tidak seluruhnya dapat disebut sebagai sekolah yang telah selesai direhabilitasi. Sebagian merupakan sasaran perluasan program yang dilaksanakan pada 2026.

Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan. Pemerintah juga menempatkan perhatian pada satuan pendidikan dengan kondisi kerusakan berat, wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), serta daerah yang terdampak bencana.

Pemerintah Fokus pada Sekolah yang Layak dan Aman

Program revitalisasi tidak hanya diarahkan pada pembangunan atau perbaikan bangunan fisik. Pemerintah menempatkannya sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan mendukung proses pembelajaran.

Kemendikdasmen menyebut program tersebut merupakan bagian dari agenda “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains dan teknologi.

Pelaksanaan revitalisasi juga menggunakan mekanisme swakelola. Pemerintah menyebut pola tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena pekerjaan pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal.

Dari 16.167 Sekolah hingga Target 71.744

Jika dilihat berdasarkan tahapan program, terdapat perkembangan signifikan dalam cakupan revitalisasi satuan pendidikan.

Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan anggaran lebih dari Rp16,9 triliun. Pada 2026, sebanyak 11.744 satuan pendidikan memperoleh alokasi awal sekitar Rp13,4 triliun.

Selanjutnya, pemerintah memperluas target dengan tambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan. Jika seluruh sasaran tersebut terealisasi, total target revitalisasi pada 2026 mencapai 71.744 satuan pendidikan.

Dengan perluasan tersebut, pemerintah menargetkan percepatan penanganan sekolah yang membutuhkan perbaikan, sekaligus memperluas pemerataan fasilitas pendidikan hingga wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Program ini menjadi salah satu kebijakan yang akan terus dipantau pelaksanaannya, terutama terkait ketepatan sasaran, kualitas pekerjaan, transparansi anggaran dan manfaat langsung bagi peserta didik.

Pada akhirnya, keberhasilan revitalisasi bukan hanya diukur dari jumlah sekolah yang masuk program, tetapi juga dari sejauh mana ruang belajar yang diperbaiki benar-benar memberikan lingkungan pendidikan yang aman, layak dan mendukung kualitas pembelajaran anak-anak Indonesia.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *