Bicara kepada Prabowo, Pimpinan Gontor: Jika Hidup Saya Lebih dari Santri, Silakan Didemo

0
1789875535213

PONOROGO – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan pentingnya kesederhanaan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan pesantren.

Pernyataan tersebut disampaikan KH Hasan Abdullah Sahal di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, KH Hasan menegaskan bahwa pimpinan pesantren tidak seharusnya menikmati kehidupan maupun fasilitas yang melebihi para santri.

Ia bahkan mempersilakan kritik hingga demonstrasi apabila terdapat bukti bahwa kehidupan pimpinan pesantren lebih mewah dibandingkan kehidupan para santri.

“Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden, boleh disaksikan. Kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya, melebihi makanan santri, pakaian santri, kendaraan santri, rumah santri, protes boleh,” kata KH Hasan.

Ia kemudian kembali menegaskan prinsip tersebut.

“Saya ulangi, kalau apa yang saya makan, apa yang saya pakai, apa yang saya tempati, apa yang saya kerjakan lebih daripada santri, boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo. Inilah Gontor, inilah Gontor,” tuturnya.

Menurut KH Hasan, pernyataan tersebut merupakan gambaran dari prinsip kesederhanaan yang terus dijaga Pondok Modern Darussalam Gontor sejak awal berdirinya.

Ia juga menjelaskan bahwa semangat kesederhanaan dan pengabdian tersebut merupakan bagian dari warisan para pendiri Gontor yang telah mewakafkan pondok dengan penuh keikhlasan.

Pernyataan KH Hasan disampaikan dalam momentum peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama ribuan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Peringatan 100 Tahun Gontor menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pesantren sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap pendidikan, pengabdian, dan pembentukan generasi yang berilmu serta berakhlak.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengikuti rangkaian kegiatan peringatan satu abad Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Bagi keluarga besar Gontor, perjalanan selama satu abad tidak terlepas dari nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan pengabdian yang diwariskan para pendiri dan terus diteruskan oleh generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *