Bebas Visa Kunjungan Jadi Strategi Kemenpar Kejar Target 17 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2026
JAKARTA – Kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) kembali menjadi salah satu strategi yang disiapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penerapan kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Indonesia, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisata, investasi di sektor pariwisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 17 juta orang pada 2026. Untuk mendukung target tersebut, kebijakan Bebas Visa Kunjungan diposisikan sebagai salah satu instrumen strategis yang tetap mempertimbangkan aspek keamanan nasional dan pengawasan keimigrasian.
Berdasarkan evaluasi pemerintah terhadap implementasi sebelumnya, kebijakan Bebas Visa Kunjungan pernah memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata nasional. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat meningkat hingga 32,4 persen setelah kebijakan tersebut diterapkan.
Peningkatan kunjungan wisatawan juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, kebijakan tersebut juga disebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 400 ribu lapangan kerja baru yang tersebar di berbagai daerah tujuan wisata.
Bagi pelaku UMKM, meningkatnya kunjungan wisatawan asing membuka peluang pasar yang lebih luas untuk produk-produk lokal seperti kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga cendera mata khas daerah.
Pemerintah menilai sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional karena mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Ke depan, implementasi kebijakan Bebas Visa Kunjungan akan terus dievaluasi agar manfaat ekonominya dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan aspek keamanan, pengawasan orang asing, dan kepentingan nasional.
Pemerintah juga terus memperkuat promosi pariwisata melalui branding Wonderful Indonesia, pengembangan destinasi wisata prioritas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung guna meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, investor, dan masyarakat, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
