Bea Cukai Jagoi Babang Fasilitasi Ekspor 306,8 Ton Petai ke Malaysia, Nilai Tembus Rp3,11 Miliar

0
IMG-20260804-WA0069

JAGOI BABANG – Bea Cukai Jagoi Babang kembali menunjukkan komitmennya sebagai trade facilitator dan industrial assistance dengan mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah. Sepanjang Semester I 2026, Bea Cukai Jagoi Babang berhasil memfasilitasi ekspor sebanyak 306,8 ton petai ke Malaysia dengan nilai mencapai Rp3,11 miliar.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa komoditas pertanian lokal memiliki daya saing tinggi di pasar internasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar ekspor.

Melalui pelayanan kepabeanan yang cepat, mudah, dan profesional, Bea Cukai Jagoi Babang terus memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha agar proses ekspor berjalan lancar, efisien, dan berkelanjutan. Petai sebagai salah satu komoditas unggulan Kalimantan Barat diketahui memiliki permintaan yang cukup tinggi di pasar Malaysia.

Sinergi Perkuat Ekspor Komoditas Daerah

Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait dalam mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah.

“Bea Cukai Jagoi Babang akan terus memberikan pelayanan terbaik dan pendampingan kepada para pelaku usaha agar semakin banyak UMKM yang mampu menembus pasar internasional. Kami berharap keberhasilan ekspor petai ini menjadi motivasi bagi eksportir untuk terus mengembangkan komoditas unggulan daerah,” ujar Arman Tarmidzi.

Menurutnya, ekspor komoditas lokal bukan hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha.

UMKM Didorong Naik Kelas

Ekspor petai dan komoditas pertanian lainnya dinilai memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan devisa negara, kegiatan ekspor juga memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi UMKM, ekspor menjadi peluang untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat daya saing di tingkat internasional. Dengan akses pasar yang lebih luas, pelaku usaha lokal memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

Komitmen Cetak Eksportir Baru

Ke depan, Bea Cukai Jagoi Babang akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna melahirkan lebih banyak eksportir baru dan meningkatkan kontribusi ekspor daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pendampingan, edukasi, serta pelatihan kepada UMKM akan terus dilakukan agar produk lokal memenuhi standar ekspor internasional sehingga semakin dikenal dan diminati di pasar dunia.

Masyarakat dan pelaku usaha juga diimbau memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas pasar ekspor. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani, komoditas unggulan Indonesia diharapkan mampu semakin kompetitif di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *