Banjir Bandang Landa Tapanuli Tengah, 145 Jiwa Mengungsi, BPBD Dirikan Dapur Umum

0
IMG-20260719-WA0074

Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 15.52 WIB. Luapan sungai menyebabkan air melimpas ke permukiman warga hingga merendam rumah dan fasilitas umum. Memasuki Minggu (19/7) pagi, ketinggian air dilaporkan mulai berangsur surut.

Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada tujuh kelurahan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik. Luapan air yang terjadi dengan cepat memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama personel TNI, Polri, serta relawan bergerak cepat melakukan evakuasi warga sejak banjir mulai terjadi. Upaya penyelamatan dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di lokasi terdampak.

Sebanyak 145 jiwa dari Kelurahan Sipange dilaporkan mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange. Pemerintah daerah melalui BPBD juga telah mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan makanan bagi para pengungsi. Selain logistik, tim gabungan turut menyediakan air bersih, layanan kesehatan darurat, dan kebutuhan dasar lainnya.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir, termasuk kerusakan rumah, fasilitas umum, serta potensi kerugian materiil. Data tersebut akan menjadi dasar dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem meski saat ini memasuki musim kemarau. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra Utara masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akibat pengaruh aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin (shearline), serta suhu muka laut yang masih hangat.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG, serta menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, termasuk mengenali jalur evakuasi dan menyiapkan perlengkapan darurat guna meminimalkan risiko apabila terjadi bencana susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *