AS dan Meksiko Mulai Putaran Ketiga Negosiasi USMCA, Bahas Baja, Aluminium, dan Mobil
Amerika Serikat dan Meksiko memulai putaran ketiga negosiasi bilateral untuk meninjau kembali Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) di Mexico City pada Selasa (21/7). Perundingan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah hubungan perdagangan kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan kebijakan tarif Amerika Serikat.
Putaran perundingan kali ini tidak melibatkan Kanada. Situasi tersebut menjadi perhatian karena USMCA merupakan kerangka perdagangan yang menghubungkan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dalam satu kawasan ekonomi Amerika Utara.
Menteri Perdagangan Amerika Serikat Jamieson Greer dan Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard memimpin delegasi masing-masing. Agenda pembahasan mencakup perdagangan baja dan aluminium, industri otomotif, pertanian, ketenagakerjaan, serta isu keamanan ekonomi.
Greer juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Istana Nasional untuk membahas perkembangan perundingan dan hubungan ekonomi kedua negara.
Pemerintah Meksiko berharap proses negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan baru sebelum akhir tahun. Bagi Mexico City, kepastian hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat sangat penting untuk menjaga daya saing industri, mempertahankan investasi, serta memastikan kelancaran ekspor ke pasar Amerika.
Salah satu agenda utama dalam perundingan adalah aturan asal-usul atau rules of origin untuk sektor otomotif. Amerika Serikat menginginkan peningkatan kandungan komponen regional kendaraan yang diproduksi di Amerika Utara dari 75 persen menjadi 82 persen. Dalam usulan tersebut, sebagian komponen juga diharapkan berasal dari Amerika Serikat.
Meksiko di sisi lain berupaya memperoleh keringanan terhadap tarif yang dikenakan Amerika Serikat terhadap kendaraan produksi Meksiko serta baja dan aluminium. Kebijakan tersebut menjadi salah satu persoalan penting karena dapat memengaruhi daya saing industri Meksiko di pasar Amerika.
Washington juga mendorong mitra dagangnya untuk memperkuat hambatan perdagangan terhadap produk dari luar kawasan. Kebijakan tersebut mencakup kendaraan, suku cadang, baja, aluminium, dan komponen industri lainnya.
Langkah tersebut berkaitan dengan kekhawatiran Amerika Serikat terhadap meningkatnya produk China dan negara-negara Asia lainnya yang masuk ke pasar Amerika Utara melalui Meksiko dan Kanada. Pertumbuhan penjualan kendaraan asal China di Meksiko menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatian dalam pembahasan.
Sementara itu, hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Kanada juga menghadapi ketegangan. Washington mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap sejumlah barang Kanada sebagai bagian dari sengketa dagang yang melibatkan sektor otomotif, baja, aluminium, dan produk susu.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan pemerintahnya telah mengajukan proposal komprehensif untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dengan Washington. Namun, proses perundingan AS dan Meksiko berlangsung secara terpisah dari pembicaraan antara Amerika Serikat dan Kanada.
Amerika Serikat menilai pendekatan Meksiko relatif pragmatis karena pemerintah Mexico City tidak membalas kebijakan tarif Washington dengan tarif serupa. Sikap tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi kedua negara untuk mencari solusi melalui jalur negosiasi.
Duta Besar Meksiko untuk Amerika Serikat, Roberto Lazzeri, menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan baru dapat dicapai sebelum akhir tahun. Ia menekankan pentingnya kepastian perdagangan bagi daya saing, pangsa pasar, dan keputusan investasi.
Meksiko juga berkepentingan mempertahankan akses bebas bea masuk bagi sebagian besar barang ekspornya ke pasar Amerika Serikat. Hubungan perdagangan dengan AS memiliki posisi strategis bagi perekonomian Meksiko, terutama untuk sektor manufaktur dan industri yang bergantung pada pasar Amerika.
Perkembangan tersebut berlangsung dalam mekanisme tinjauan USMCA yang memungkinkan ketiga negara mengevaluasi implementasi perjanjian perdagangan. Proses tersebut membuka peluang bagi perubahan atau penyesuaian terhadap aturan yang berlaku.
Bagi Amerika Serikat, hasil perundingan akan menentukan sejauh mana rantai pasok Amerika Utara dapat diperkuat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar kawasan. Bagi Meksiko, hasil negosiasi akan menentukan keberlanjutan akses pasar serta daya tarik investasi asing.
Ketidakhadiran Kanada dalam putaran bilateral terbaru menunjukkan kompleksitas hubungan perdagangan di kawasan Amerika Utara. Ketiga negara tetap memiliki kepentingan ekonomi yang saling terkait, tetapi perbedaan kebijakan tarif dan strategi perdagangan membuat proses menuju kesepakatan baru menjadi semakin menantang.
Ke depan, hasil perundingan AS dan Meksiko akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan perdagangan Amerika Utara. Kesepakatan yang berhasil dicapai dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor, sementara kegagalan mencapai kompromi berpotensi meningkatkan ketidakpastian dan risiko gangguan terhadap rantai pasok regional.
Dengan semakin dekatnya batas waktu negosiasi, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan Washington dan Mexico City menemukan titik temu mengenai tarif, aturan asal-usul, industri otomotif, baja, aluminium, serta perlindungan terhadap industri kawasan.
Hasil perundingan tersebut tidak hanya akan menentukan masa depan hubungan perdagangan bilateral Amerika Serikat dan Meksiko, tetapi juga berpotensi memengaruhi arah integrasi ekonomi Amerika Utara dan posisi kawasan tersebut dalam persaingan perdagangan global.
