Aksi Airborne Lima Negara Warnai Latgabma Super Garuda Shield 2026 di Martapura

0
1788542658540

Martapura, Sumatera Selatan — Aksi airborne gabungan yang melibatkan prajurit dari lima negara menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Kegiatan berlangsung di Daerah Latihan Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan prajurit Indonesia, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Prancis.

Latihan tersebut disaksikan Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika selaku Direktur Latihan (Dirlat) bersama Deputy Commanding General Brigjen Matthaidess.

Pelaksanaan airborne menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan operasi bersama sekaligus memperkuat koordinasi dan interoperabilitas prajurit dari berbagai negara.

Ratusan Prajurit Terjun dari Pesawat Angkut

Dalam latihan tersebut, unsur penerbangan melibatkan dua pesawat Hercules C-130 milik TNI serta tiga pesawat C-130 dan satu pesawat KC-130 milik Amerika Serikat.

Sebanyak 110 prajurit TNI, 147 prajurit Amerika Serikat, 40 prajurit India, 17 prajurit Jepang, dan enam prajurit Prancis mengikuti penerjunan statis dari ketinggian sekitar 1.200 kaki.

Penerjunan dilakukan sebagai simulasi infiltrasi melalui jalur udara. Selain menguji kemampuan teknis masing-masing prajurit, latihan ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan prosedur operasi dan komunikasi antarsatuan dari negara yang berbeda.

Kemampuan tersebut dinilai penting dalam menghadapi skenario operasi gabungan, khususnya ketika pasukan multinasional harus bergerak secara terpadu dalam menghadapi situasi krisis.

Uji Interoperabilitas dan Kesiapsiagaan Multinasional

Latgabma Super Garuda Shield 2026 diikuti 21 negara dan menjadi salah satu wadah kerja sama pertahanan antara TNI, United States Indo-Pacific Command (USINDOPACOM), serta negara-negara mitra.

Latihan mengusung tema “Komando Operasi Gabungan Multinasional di Wilayah Jakarta, Bandung, Lampung, Martapura dan Kalimantan Utara Dalam Rangka Memelihara Perdamaian dan Menjaga Stabilitas Keamanan di Kawasan.”

Melalui rangkaian latihan tersebut, kemampuan interoperabilitas, kesiapsiagaan, serta koordinasi operasi gabungan terus diuji dalam berbagai skenario.

Keterlibatan lima negara dalam latihan airborne di Martapura sekaligus memperlihatkan pentingnya kemampuan pasukan untuk bekerja dalam satu kerangka operasi meskipun berasal dari latar belakang, doktrin, dan prosedur militer yang berbeda.

Selain aspek latihan militer, SGS 2026 juga menjadi bagian dari diplomasi pertahanan untuk memperkuat kemitraan strategis dan membangun kepercayaan antarnegara.

Dengan semakin kompleksnya tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, latihan multinasional seperti Super Garuda Shield menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kesiapan sekaligus menjaga komunikasi dan kerja sama pertahanan antarnegara mitra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *