Muhammadiyah Jadi Rujukan Pendidikan, Yobe State Nigeria Tawarkan Kerja Sama Internasional
Yogyakarta — Model pendidikan Muhammadiyah kembali mendapat perhatian dari dunia internasional. Pemerintah Negara Bagian Yobe, Nigeria, menawarkan kerja sama pendidikan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengembangkan model sekolah yang memadukan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum.
Tawaran tersebut disampaikan saat delegasi Pemerintah Yobe State berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat, 11 September 2026.
Delegasi Yobe State dipimpin Abba Idris Adam, Komisioner Pendidikan Dasar dan Menengah Yobe State. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama melalui rencana Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Yobe State dan Muhammadiyah.
Kerja sama yang dijajaki diarahkan pada pengembangan model pendidikan terintegrasi, yakni sistem sekolah yang menghubungkan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum secara seimbang.
Rombongan delegasi diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, bersama Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti dan perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
Haedar Nashir menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai pendidikan umat Islam perlu terus dikembangkan dengan tetap menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, serta perkembangan zaman.
Menurut Haedar, integrasi antara nilai keislaman dan kemajuan ilmu pengetahuan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas umat dan peradaban.
“Sehingga kita sebagai umat Muslim tidak tinggal di belakang dibandingkan dengan negara-negara lain,” ujar Haedar.
Haedar juga menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk mengawal proses kerja sama tersebut. Penguatan sektor pendidikan dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk memperbaiki kualitas kehidupan dan tata kelola umat.
Sementara itu, Abba Idris Adam menjelaskan bahwa pihaknya telah mempelajari berbagai model pendidikan sebelum menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu rujukan. Delegasi Yobe State sebelumnya melakukan kunjungan dan mempelajari sistem pendidikan di sejumlah tempat, termasuk Indonesia dan Malaysia.
“Kami mengunjungi banyak tempat, tetapi akhirnya kami menyadari bahwa contoh terbaik, model terbaik yang kami dapatkan adalah di Muhammadiyah,” kata Adam.
Ketertarikan Yobe State terhadap sistem pendidikan Muhammadiyah juga terlihat dari kunjungan delegasi ke sejumlah lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Delegasi antara lain melihat langsung model pendidikan di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Semesta dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Selain itu, delegasi Yobe State juga mengunjungi Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta pada 12 September 2026 untuk mempelajari pengelolaan pendidikan terintegrasi, termasuk manajemen kurikulum yang memadukan sains modern dengan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan Pemerintah Yobe State untuk mempelajari pengalaman Muhammadiyah dalam mengembangkan jaringan pendidikan yang mencakup berbagai jenjang.
Jika proses penjajakan tersebut berlanjut hingga kesepakatan kerja sama, kolaborasi Yobe State dan Muhammadiyah berpotensi membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman pengelolaan sekolah, pengembangan kurikulum, serta peningkatan sumber daya manusia antara Indonesia dan Nigeria.
Kerja sama ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman lembaga pendidikan Indonesia dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan di tingkat internasional.
