Panglima TNI Tegaskan ASEAN Harus Jadi Jangkar Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik di Sidang ACDFM ke-23

0
1779440259662

SOROTAN PUBLIK – Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan pentingnya memperkuat sentralitas ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global.
Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI saat mengikuti Sidang ke-23 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting (ACDFM) melalui konferensi video dari Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026), bersama para Panglima Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN.

Dalam forum strategis tersebut, Jenderal Agus Subiyanto menyoroti semakin kompleksnya dinamika keamanan kawasan, mulai dari meningkatnya rivalitas geopolitik, ancaman siber, ketegangan maritim, hingga dampak perubahan iklim global yang kini menjadi tantangan multidimensional bagi negara-negara di kawasan.

Menurut Panglima TNI, keamanan kawasan tidak dapat dibangun melalui pendekatan sepihak atau unilateral. Sebaliknya, diperlukan kerja sama kolektif yang konkret, adaptif, dan memiliki orientasi implementasi operasional yang jelas.

Indonesia, lanjutnya, terus mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim melalui peningkatan Maritime Domain Awareness (MDA), patroli terkoordinasi antarnegara, peningkatan interoperabilitas latihan militer, serta penguatan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) dan ketahanan siber ASEAN.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung penguatan arsitektur pertahanan regional yang mampu menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan.

Mengangkat tema “Securing Our Future Together”, Sidang ACDFM ke-23 menjadi momentum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat solidaritas, diplomasi pertahanan, dan membangun respons bersama terhadap berbagai tantangan keamanan masa depan.
Panglima TNI juga menekankan bahwa kekuatan utama ASEAN tidak semata berada pada kemampuan militer masing-masing negara, tetapi pada kredibilitas kerja sama, persatuan, serta kesiapan kolektif menghadapi ancaman strategis yang terus berkembang.

Di tengah dinamika Indo-Pasifik yang semakin kompleks, posisi ASEAN dipandang memiliki peran penting sebagai penyeimbang kawasan dan penjaga stabilitas regional melalui pendekatan dialog, kerja sama, serta prinsip kebijakan luar negeri yang damai dan inklusif.

Sidang tersebut sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam mendukung penguatan peran ASEAN sebagai pilar utama menjaga keamanan kawasan di tengah perubahan lanskap geopolitik global yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *