Andre Tewas Tragis di Kebun Sawit Muba, Leher Terputus Usai Cekcok dengan Pemilik Lahan
MUSI BANYUASIN — Tangis duka menyelimuti keluarga Andre setelah pria tersebut tewas tragis dalam peristiwa berdarah di kawasan perkebunan sawit Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berujung pada meninggalnya Andre setelah terlibat cekcok dan perkelahian dengan Abu Sidik, pemilik lahan perkebunan.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan bagian leher mengalami luka parah hingga menyebabkan kepala terpisah dari tubuh. Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa Andre.
BERAWAL DARI PERSOALAN SAWIT
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, peristiwa bermula ketika Andre diduga mengambil buah kelapa sawit yang berada di lahan milik Abu Sidik.
Abu Sidik kemudian mendatangi Andre. Menurut keterangan awal yang diperoleh polisi, pemilik lahan sempat bermaksud menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengganti buah sawit yang diduga diambil menggunakan uang.
Namun, persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan hingga keduanya terlibat perkelahian.
Dalam pemeriksaan awal, Abu Sidik mengaku menggunakan senjata tajam dan membacok Andre. Polisi menyebut satu bacokan mengenai bagian lengan kiri korban, sementara dua bacokan berikutnya mengenai bagian leher.
Akibat luka tersebut, Andre meninggal dunia di lokasi kejadian.
KASUS MASIH DIDALAMI POLISI
Polisi telah menangani perkara tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat serta mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap kronologi secara menyeluruh.
Pihak kepolisian juga masih mendalami motif serta rangkaian kejadian sebelum perkelahian terjadi.
Dugaan bahwa Andre mengambil buah sawit menjadi salah satu bagian dari keterangan awal dalam perkara tersebut. Namun, tuduhan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan proses hukum.
Keluarga korban juga disebut membantah tuduhan bahwa Andre melakukan pencurian dan meminta agar kasus tersebut diusut secara menyeluruh serta memberikan keadilan bagi korban.
Kisah tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga Andre. Terlebih, menurut informasi yang beredar di masyarakat, korban merupakan seorang ayah yang meninggalkan keluarga.
Apa pun latar belakang perselisihan tersebut, hilangnya satu nyawa menjadi perkara serius yang harus diungkap secara terang dan objektif.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap seluruh fakta, termasuk apa yang sebenarnya terjadi sebelum perkelahian, bagaimana konflik bermula, serta tindakan apa saja yang dilakukan masing-masing pihak.
Proses hukum yang transparan menjadi penting agar perkara ini tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak dan seluruh pihak mendapatkan keadilan sesuai fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
