Open Society Foundations Luncurkan Dana US$1,5 Juta untuk Pemulihan Gempa Kolombia
Sorotan Publik — Open Society Foundations mengumumkan kontribusi sebesar US$1,5 juta untuk mendukung proses pemulihan pascagempa di Kolombia. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendorong pemulihan yang adil, berkelanjutan, dan dipimpin oleh masyarakat yang paling terdampak bencana.
Fokus bantuan berada di wilayah Pasifik Kolombia, termasuk Buenaventura dan Departemen Chocó, yang disebut menjadi salah satu kawasan dengan dampak paling berat akibat bencana tersebut.
Gempa Kolombia Menghantam Wilayah Rentan
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang terjadi pada 10 Agustus 2026 dilaporkan menimbulkan dampak besar. Lebih dari 300 orang disebut meninggal dunia, sementara ratusan lainnya dilaporkan hilang dan ribuan mengalami luka-luka.
Bencana tersebut juga menghancurkan lebih dari 30.000 rumah dan memberikan tekanan besar terhadap masyarakat di wilayah terdampak.
Kawasan Pasifik Kolombia selama bertahun-tahun menghadapi berbagai persoalan struktural, termasuk keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap layanan dasar. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan pascabencana menjadi tantangan yang lebih kompleks.
Open Society Foundations menilai proses rekonstruksi perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan struktural masyarakat setempat agar bantuan tidak berhenti pada penanganan keadaan darurat.
Tiga Fokus Utama Dana US$1,5 Juta
Kontribusi tersebut akan diarahkan pada tiga bidang utama.
Pertama adalah pemulihan infrastruktur lokal. Dana akan mendukung mitra lokal yang terdampak untuk membantu membangun kembali tempat kerja serta sistem telekomunikasi yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kedua, pendampingan teknis untuk rekonstruksi. Dukungan ini ditujukan untuk membantu organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal merancang proyek rekonstruksi yang efisien dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut juga diharapkan membantu memastikan dana publik maupun swasta yang tersedia dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketiga adalah penguatan sistem peringatan dini. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan wilayah Pasifik Kolombia dalam menghadapi potensi bencana alam pada masa mendatang, termasuk gempa bumi dan berbagai ancaman yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Masyarakat Didorong Menjadi Pemimpin Pemulihan
Presiden Open Society Foundations, Binaifer Nowrojee, menekankan pentingnya menempatkan masyarakat terdampak sebagai pihak yang memiliki peran utama dalam menentukan arah pemulihan.
Menurut pendekatan tersebut, penyintas bencana tidak semestinya hanya diposisikan sebagai penerima bantuan. Mereka memiliki pengetahuan mengenai kondisi wilayah, kebutuhan komunitas, serta tantangan yang harus dihadapi dalam proses pembangunan kembali.
Karena itu, bantuan diarahkan untuk memperkuat suara masyarakat, meningkatkan kapasitas lokal, serta membangun infrastruktur yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh komunitas.
Pendekatan berbasis komunitas juga memungkinkan proses rekonstruksi tidak hanya mengembalikan kondisi sebelum bencana, tetapi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana berikutnya.
Rekonstruksi Jangka Panjang Jadi Perhatian
Kontribusi Open Society Foundations menjadi bagian dari respons kemanusiaan yang lebih luas yang dipimpin pemerintah nasional Kolombia bersama pemerintah daerah, sektor swasta, dan berbagai organisasi masyarakat sipil.
Lembaga tersebut juga memiliki kehadiran jangka panjang di wilayah Pasifik Kolombia melalui dukungan terhadap kelompok masyarakat sipil dan berbagai inisiatif lokal yang berkaitan dengan keamanan, kesempatan, kesejahteraan kolektif, serta inklusi sosial.
Pendekatan yang digunakan bukan sekadar memberikan bantuan setelah bencana, tetapi membangun kemitraan dengan komunitas untuk memperkuat kemampuan mereka dalam melakukan pemulihan.
Dengan pendekatan tersebut, rekonstruksi pascagempa diharapkan tidak berhenti pada pembangunan kembali rumah dan infrastruktur yang rusak.
Lebih jauh, proses pemulihan diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, memperluas akses terhadap layanan dasar, dan mengurangi kerentanan struktural yang selama ini dihadapi masyarakat di kawasan Pasifik Kolombia.
