Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Status Siaga Level III

0
IMG-20260825-WA0025

Lampung Selatan — Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (22/8/2026). Aktivitas vulkanik tercatat terjadi beberapa kali sejak siang hingga sore hari, dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.

Sembilan Kali Erupsi dalam Enam Jam

Erupsi pertama terjadi pada pukul 11.57 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.

Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan berlangsung selama 139 detik atau sekitar 2 menit 19 detik.

Pada periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami sembilan kali letusan. Ketinggian kolom abu bervariasi antara 200 hingga 400 meter di atas puncak.

Rangkaian erupsi tambahan tercatat pada pukul 15.12, 15.13, 15.40, dan 15.43 WIB. Pada sejumlah erupsi tersebut, kolom abu kembali mencapai ketinggian sekitar 400 meter.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut telah ditetapkan sejak awal Juli menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Suwarno menjelaskan bahwa aktivitas gunung masih bersifat fluktuatif sehingga potensi terjadinya erupsi susulan tetap ada.

PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Masyarakat Diminta Waspadai Abu Vulkanik

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik diminta mewaspadai perubahan arah sebaran abu akibat kondisi angin.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengimbau masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka untuk menggunakan masker dan alat pelindung diri sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya mengacu pada sumber resmi PVMBG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah.

Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga, kewaspadaan masyarakat dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi hal penting untuk mengantisipasi potensi erupsi lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *