Batang Pohon Kurma Menangis di Masjid Nabawi, Kisah Kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW

0
1786643787002

Di Masjid Nabawi, Madinah, terdapat sebuah kisah yang sangat dikenal dalam tradisi Islam tentang sebatang pohon kurma yang menangis ketika Nabi Muhammad SAW tidak lagi bersandar kepadanya saat menyampaikan khutbah.

Kisah tersebut dikenal sebagai hadis batang kurma yang menangis atau Hannānah. Peristiwa ini diriwayatkan dalam sejumlah hadis dan menjadi salah satu kisah yang menggambarkan keutamaan serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW Biasa Bersandar pada Batang Kurma

Sebelum menggunakan mimbar, Nabi Muhammad SAW biasa berdiri di dalam masjid sambil bersandar pada sebuah batang pohon kurma ketika menyampaikan khutbah.

Kemudian, seorang sahabat mengusulkan agar dibuatkan mimbar sehingga Nabi dapat berdiri atau duduk di tempat yang lebih nyaman ketika menyampaikan khutbah kepada para sahabat.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa seorang perempuan dari kalangan Anshar memiliki seorang anak yang bekerja sebagai tukang kayu. Ia kemudian menawarkan bantuan untuk membuatkan mimbar bagi Rasulullah SAW.

Usulan tersebut diterima. Sebuah mimbar kemudian dibuat dan digunakan Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan khutbah.

Terdengar Suara Tangisan dari Batang Kurma

Pada hari ketika Nabi Muhammad SAW menggunakan mimbar tersebut, para sahabat tiba-tiba mendengar suara tangisan atau rintihan dari batang pohon kurma yang sebelumnya menjadi tempat Rasulullah bersandar.

Dalam riwayat disebutkan suara itu terdengar seperti rintihan. Para sahabat yang berada di dalam masjid dapat mendengarnya.

Melihat kejadian tersebut, Nabi Muhammad SAW turun dari mimbar dan mendatangi batang kurma itu.

Rasulullah SAW kemudian memeluknya hingga suara tangisan tersebut berhenti.

Dalam riwayat yang masyhur, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa batang kurma tersebut menangis karena kehilangan kebiasaan mendengar zikir dan khutbah Rasulullah SAW di dekatnya.

Kisah yang Mengandung Pelajaran

Kisah batang kurma yang menangis menjadi salah satu cerita yang banyak disampaikan dalam kajian dan literatur keislaman.

Bagi umat Islam, kisah tersebut mengandung pesan tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW serta keutamaan mengingat Allah dan mendengarkan nasihat agama.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa khutbah dan zikir memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam.

Kisah ini bersumber dari riwayat hadis, antara lain yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam pembahasan mengenai batang kurma yang merintih setelah Nabi Muhammad SAW menggunakan mimbar.

Hingga kini, kisah tersebut tetap dikenang sebagai salah satu peristiwa luar biasa yang dikaitkan dengan kehidupan Rasulullah SAW di Masjid Nabawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *