Dua Evaluator Internasional Datang, Geopark Merangin Jambi Bersiap Hadapi Penilaian UNESCO
Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark (UGGp) mematangkan persiapan menjelang revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026. Evaluasi tersebut menjadi momentum penting bagi Geopark Merangin Jambi untuk mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark.
Ketua Badan Pengelola Jambi UGGp, Agus Zainuddin, mengatakan tim evaluator UNESCO akan mengunjungi sejumlah lokasi di kawasan Geopark Merangin. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan evaluator internasional untuk menilai perkembangan pengelolaan kawasan.
Dua evaluator yang dijadwalkan melakukan penilaian adalah Prof. Jeon Yongmun dari Korea Selatan sebagai Senior Evaluator dan Nikolas Klee dari Prancis sebagai Junior Evaluator.
“Penilaian akan fokus pada keragaman geologi, keanekaragaman hayati, serta kearifan lokal masyarakat,” kata Agus di Merangin.
Persiapan menghadapi revalidasi telah dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, pada 31 Juli 2026. Dalam koordinasi tersebut dibentuk tim khusus yang bertugas menyambut, mendampingi, dan memastikan seluruh rangkaian penilaian berjalan dengan baik.
Delapan Situs Disiapkan untuk Penilaian
Sejumlah situs unggulan Geopark Merangin menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan evaluator UNESCO. Kawasan tersebut tidak hanya menawarkan kekayaan geologi, tetapi juga memiliki nilai sejarah, keanekaragaman hayati, budaya, serta potensi pemberdayaan masyarakat.
Salah satu lokasi yang disiapkan adalah Goa Tiangko. Kawasan ini merupakan cagar alam dengan luas sekitar 1,8–2,8 hektare yang memiliki peninggalan manusia purba berusia sekitar 10.250 tahun. Lokasi tersebut juga memperlihatkan kearifan lokal masyarakat melalui sistem irigasi kincir air.
Evaluator juga akan melihat Situs Fosil Merangin, termasuk Batu Granit Teluk Wang yang diperkirakan berusia sekitar 125 juta tahun, Fosil Kayu Teluk Ketimbung, serta tumbuhan purba Araucarioxylon yang ditemukan pada Formasi Mengkarang dan diperkirakan berusia sekitar 300 juta tahun.
Situs Fosil Muara Karing juga menjadi bagian penting karena menyimpan fosil daun, pandan, dan tunggul kayu purba yang diperkirakan berusia sekitar 300 juta tahun.
Selain situs geologi, kawasan wisata Danau Pauh turut dipersiapkan. Kawasan di Kecamatan Jangkat tersebut dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.
Desa Rantau Kermas juga menjadi salah satu lokasi yang memiliki nilai penting dalam pengelolaan geopark. Desa tersebut dikenal dengan pengembangan energi mandiri, keberadaan hutan adat, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, serta capaian sebagai juara pertama Global Geopark Network Award 2023 di Maroko.
Revalidasi Jadi Momentum Pertahankan Status Dunia
Sekda Merangin Zulhifni menegaskan bahwa seluruh pihak harus memberikan dukungan maksimal agar proses revalidasi berjalan baik.
“Revalidasi ini merupakan momentum krusial untuk membuktikan keberlanjutan pengelolaan Geopark Merangin di mata dunia,” tegasnya.
Menurutnya, mempertahankan status UNESCO Global Geopark tidak hanya bergantung pada kekayaan situs geologi. Pengelolaan kawasan secara berkelanjutan, perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan edukasi, serta penguatan sektor geowisata juga menjadi bagian penting yang harus terus dijaga.
Geopark Merangin Jambi resmi menyandang status UNESCO Global Geopark pada 24 Mei 2023. Kawasan ini memiliki kekayaan geologi yang menjadi salah satu daya tarik utama, termasuk fosil flora dari periode Permian awal yang memiliki nilai penting bagi penelitian dan ilmu pengetahuan.
Revalidasi UNESCO menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Merangin, Pemerintah Provinsi Jambi, pengelola geopark, masyarakat, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menunjukkan perkembangan pengelolaan kawasan sejak memperoleh pengakuan internasional.
Dengan persiapan yang dilakukan secara terpadu, Geopark Merangin Jambi diharapkan mampu mempertahankan status UNESCO Global Geopark sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi geowisata, pusat edukasi lingkungan, dan kawasan pelestarian warisan geologi serta budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jambi.
