Rekap Bencana BNPB 8-9 Agustus: Kekeringan di Salatiga dan Karhutla di Banyumas, Ponorogo, Trenggalek, Rinjani, serta Bromo

0
IMG-20260809-WA0044

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Sabtu (8/8) hingga Minggu (9/8) pukul 07.00 WIB. Kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi laporan seiring dengan musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Kekeringan Salatiga Berdampak pada 480 Jiwa

Bencana kekeringan melanda wilayah Kota Salatiga, Jawa Tengah, akibat sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya cadangan sumber air bersih.

Kondisi tersebut terjadi sejak Jumat (7/8) dan berdampak pada sekitar 160 kepala keluarga atau 480 jiwa di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

BPBD Kota Salatiga melakukan dropping air bersih sebanyak 10.000 liter atau dua tangki pada Sabtu (8/8) untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Penanganan kekeringan di Kota Salatiga dilaksanakan dalam kerangka status Siaga Darurat berdasarkan keputusan Wali Kota Salatiga dan Gubernur Jawa Tengah yang berlaku hingga akhir 2026.

Penanganan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak selama musim kemarau masih berlangsung.

Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (7/8). Kebakaran yang dipicu aktivitas pembakaran lahan tersebut terjadi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare.

BPBD Kabupaten Banyumas bersama tim gabungan TNI, Polri, dan masyarakat berhasil memadamkan api pada Sabtu (8/8).

Di Jawa Timur, karhutla terjadi di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (8/8). Kebakaran melanda Desa Bancangan dan Desa Campurejo dengan luas lahan terdampak sekitar 10 hektare.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Karhutla juga terjadi di kawasan hutan milik Perum Perhutani, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Kebakaran pada Sabtu (8/8) tersebut menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan.

Tim gabungan BPBD berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.30 WIB.

Karhutla Rinjani dan Gunung Bromo

Di Nusa Tenggara Barat, karhutla terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (7/8) malam.

Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Api berhasil dikendalikan pada Sabtu (8/8) dini hari dan tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat titik api yang tersisa.

Sementara itu, penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus berlangsung hingga Sabtu (8/8) malam.

Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) tersebut meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo serta kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 176,20 hektare dan masih dalam proses pendataan.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain kontur lereng Kaldera Bromo yang terjal, kondisi angin, serta lokasi titik api yang sulit dijangkau.

Balai Besar TNBTS telah menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8) malam hingga batas waktu yang belum ditentukan.

BNPB Perkuat Penanganan dan Pencegahan

BNPB bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan secara terpadu untuk mengendalikan titik api serta mencegah kebakaran meluas.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

Sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla selama musim kemarau.

Upaya pemadaman, pemantauan, serta pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *