Longsor Putus Akses ke Resor Pemandian Air Panas di Nagano Jepang, 390 Orang Terisolasi

0
IMG-20260809-WA0043

Tanah longsor memutus salah satu ruas jalan di Prefektur Nagano, Jepang bagian tengah, pada Minggu (9/8). Material longsor memutus satu-satunya akses menuju resor pegunungan dan pemandian air panas atau onsen Nakabusa di Kota Azumino, sehingga sekitar 390 orang terisolasi.

Pihak kepolisian setempat melaporkan bahwa orang-orang yang terisolasi terdiri dari tamu hotel, pengunjung pemandian air panas, serta para pendaki yang tengah menginap di sebuah pondok di kawasan pegunungan.

Kawasan Nakabusa dikenal sebagai salah satu titik awal jalur pendakian yang populer. Kondisi tersebut membuat sejumlah pendaki berada di kawasan tersebut ketika longsor terjadi.

Tidak Ada Laporan Korban Luka

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban luka akibat kejadian tersebut.

Namun, pemerintah prefektur menerima laporan yang masih belum dapat dikonfirmasi mengenai kemungkinan kerusakan salah satu jembatan akibat longsor. Jembatan tersebut berada di ruas jalan yang menghubungkan kawasan resor pemandian air panas dengan area pusat Kota Azumino.

Tim penyelamat bersama petugas pemerintah prefektur telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penilaian kondisi sekaligus menangani warga dan wisatawan yang terdampak.

Terputusnya akses jalan menjadi kendala dalam proses evakuasi maupun penyaluran bantuan. Petugas masih berupaya mencari jalur alternatif untuk menjangkau sekitar 390 orang yang terisolasi.

Hujan Deras Picu Longsor

Longsor tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Nagano dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan lereng menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan risiko terjadinya longsor.

Pemerintah Jepang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi tanah longsor di sejumlah wilayah yang terdampak hujan deras.

Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dari otoritas setempat.

Ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama, masyarakat dan wisatawan disarankan menghindari lereng, tebing, maupun kawasan lain yang memiliki potensi longsor.

Pemerintah setempat terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah serta infrastruktur yang terdampak. Penanganan darurat dan evaluasi infrastruktur diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan pegunungan.

Kesiapsiagaan masyarakat, pemantauan cuaca, serta kepatuhan terhadap arahan keselamatan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban akibat bencana tanah longsor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *