Studi Pew: China Unggul dalam Tingkat Penerimaan Global Dibanding AS
BEIJING – Tingkat penerimaan (favorability) terhadap China melampaui Amerika Serikat dalam studi yang dirilis Pew pada Juli 2026. Hasil survei tersebut mencerminkan meningkatnya harapan banyak negara terhadap kerja sama pembangunan dan stabilitas di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Survei yang melibatkan 42.151 responden dewasa di 36 negara menunjukkan China memperoleh tingkat penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat di 25 negara. Temuan ini menandai perubahan persepsi publik internasional terhadap dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Pergeseran Persepsi Global
Salah satu perubahan paling mencolok terlihat di Kanada, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat. Dalam survei tersebut, 44 persen responden Kanada memberikan penilaian positif terhadap China, sementara tingkat penerimaan terhadap Amerika Serikat berada di 33 persen.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran opini publik dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, seiring berkembangnya dinamika hubungan internasional dan kerja sama ekonomi global.
Pembangunan Domestik Jadi Daya Tarik
Citra positif China dinilai turut dipengaruhi oleh berbagai pencapaian pembangunan domestik. Selama beberapa dekade terakhir, China berhasil mengangkat hampir 800 juta penduduk dari kemiskinan, membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di dunia, serta menjadi salah satu pemimpin global dalam kendaraan listrik, energi terbarukan, dan layanan digital.
Keberhasilan tersebut menjadi perhatian banyak negara berkembang yang melihat pengalaman pembangunan China sebagai salah satu referensi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Kerja Sama Internasional dan Infrastruktur
Di Afrika Selatan, mayoritas responden menilai China sebagai mitra yang dapat diandalkan. Sebanyak 72 persen responden menyebut China sebagai mitra terpercaya, sementara 64 persen menilai Beijing menghormati kepentingan negara lain dan memberikan kontribusi terhadap perdamaian serta stabilitas global.
Berbagai proyek infrastruktur seperti Kereta Api China-Laos, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, serta Pelabuhan Chancay di Peru disebut sebagai contoh nyata kerja sama internasional yang memberikan dampak langsung terhadap pembangunan.
Selain proyek besar, China juga menjalankan program seperti teknologi Juncao, Lokakarya Luban, serta pengiriman tim medis yang menjangkau berbagai negara berkembang.
Diplomasi Teknologi dan Budaya
Dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2026 di Shanghai, China mengumumkan program 5.000 pelatihan AI bagi negara berkembang serta pembentukan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia bersama 28 negara lainnya.
Sementara itu, kebijakan bebas visa transit hingga 240 jam bagi warga dari 55 negara membuka kesempatan lebih luas bagi wisatawan asing untuk melihat langsung perkembangan China.
Di bidang budaya, popularitas film animasi Ne Zha 2, gim Black Myth: Wukong, serta meningkatnya pengakuan terhadap budaya tradisional China turut memperkuat citra negara tersebut di mata masyarakat internasional.
Hasil studi Pew menunjukkan bahwa persepsi global terhadap negara-negara besar terus berkembang seiring meningkatnya interaksi internasional. Bagi banyak negara, kerja sama pembangunan, investasi, inovasi teknologi, serta pertukaran budaya menjadi faktor penting dalam membentuk citra positif di tingkat global.
