Kasal Hadiri Panen Raya Tebu, TNI AL Produksi 3.676 Ton Kedelai dari 2.432 Hektare Lahan

0
IMG-20260719-WA0016

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menghadiri Panen Raya Tebu Terintegrasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Panen raya yang berlangsung serentak di 43 titik di Indonesia itu dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, Ketua Komisi IV DPR RI, pemerintah daerah, serta para petani. Agenda tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan TNI dalam meningkatkan produksi komoditas pangan strategis.

Dalam laporannya, Panglima TNI menjelaskan bahwa setiap matra TNI mendapat tanggung jawab mendampingi komoditas pangan tertentu. TNI Angkatan Darat fokus pada peningkatan produksi padi, TNI Angkatan Udara mendukung pengembangan tebu, sementara TNI Angkatan Laut bertanggung jawab mendampingi pengembangan kedelai.

Kontribusi TNI AL tercatat cukup signifikan. Hingga pertengahan 2026, TNI AL berhasil mengelola lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan total produksi mencapai 3.676 ton. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Kedelai merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan industri pangan nasional, terutama sebagai bahan baku tahu, tempe, dan berbagai produk olahan lainnya. Peningkatan produksi dalam negeri diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan sektor pangan. Menurut Presiden, TNI dan Polri merupakan bagian dari rakyat yang harus selalu hadir membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Presiden juga menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Selain pangan, pemerintah juga menargetkan kemandirian di sektor energi dan pengelolaan sumber daya air sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat.

Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan TNI AL akan terus mendukung berbagai program pemerintah di sektor pertanian melalui pendampingan kepada petani, optimalisasi lahan, serta penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Sinergi bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar target produksi nasional dapat tercapai.

Keberhasilan produksi 3.676 ton kedelai dari lahan seluas 2.432 hektare menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat mampu memberikan hasil nyata. Program ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas strategis di masa mendatang.

Panen Raya Tebu Terintegrasi di Malang juga menjadi simbol bahwa seluruh komponen bangsa bergerak bersama membangun kemandirian pangan. Melalui sinergi TNI AD di sektor padi, TNI AU di sektor tebu, dan TNI AL di sektor kedelai, pemerintah optimistis target swasembada pangan nasional dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *