Al Haris Tegaskan Komitmen Jambi Dukung Swasembada Pangan, Target Indonesia Bebas Impor Beras 2027
JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Indonesia bebas impor beras hanya dapat dicapai apabila seluruh daerah mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Al Haris usai menghadiri Panen Raya TNI yang digelar di Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak tebu, padi, dan kedelai di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk penguatan ketahanan pangan nasional.
Menurut Al Haris, program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto harus diwujudkan melalui peningkatan produktivitas komoditas strategis, terutama padi, kedelai, dan tanaman pangan lainnya.
“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Target Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada 2027 hanya bisa tercapai apabila seluruh daerah bekerja keras meningkatkan produksi pangan,” ujar Al Haris.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi pangan tidak hanya menjaga ketersediaan stok nasional, tetapi juga mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat cadangan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Saat ini produksi padi di Provinsi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Untuk menutup kekurangan sekitar 29 persen tersebut, pemerintah menargetkan penambahan lahan melalui program cetak sawah seluas 1.009,32 hektare pada 2026. Sebelumnya, sepanjang 2025, program cetak sawah rakyat di Jambi telah terealisasi seluas 1.469,51 hektare.
Al Haris menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan para petani agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Pendampingan terhadap petani dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil panen sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional. Melalui kolaborasi yang kuat, Jambi diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan Indonesia.
Al Haris optimistis, apabila produktivitas pertanian terus meningkat dari tahun ke tahun, Indonesia akan semakin mandiri di sektor pangan dan mampu menghentikan ketergantungan terhadap impor beras. Menurutnya, penguatan basis produksi di daerah merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.
