Menteri Investasi Rosan Roeslani Dampingi Presiden Prabowo di Puncak Harkopnas ke-79, Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan
JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan Harkopnas tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.
Kehadiran Rosan Roeslani dalam acara tersebut mencerminkan sinergi antara kebijakan investasi nasional dengan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai instrumen penting dalam mendorong pemerataan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini memasuki tahap operasional. Hingga akhir tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 40.000 koperasi desa dan kelurahan telah beroperasi secara aktif di seluruh Indonesia.
Data pemerintah menunjukkan hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak sekitar 83.000 koperasi telah memperoleh badan hukum. Dari jumlah tersebut, sekitar 35.000 koperasi telah menyelesaikan maupun sedang membangun infrastruktur fisik sebagai penunjang operasional yang ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan sebanyak 15.845 koperasi telah menyelesaikan pembangunan gudang, gerai, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Sementara itu, sebanyak 19.539 koperasi masih berada dalam tahap pembangunan.
Di sisi lain, President Director Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembiayaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sepenuhnya berasal dari pemerintah. Danantara berperan mendukung pelaksanaan program dan penguatan ekosistem ekonomi desa, bukan sebagai sumber pendanaan.
Menurut Dony, tujuan utama program tersebut adalah membangun sistem ekonomi desa yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui distribusi pupuk yang lebih efektif, penyerapan hasil pertanian, kemudahan akses pembiayaan, hingga peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM di pedesaan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh barang subsidi pemerintah disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu meminimalkan potensi penyimpangan.
Presiden juga memproyeksikan program tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp223 triliun di kawasan pedesaan. Selain itu, program ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan produsen mulai dari petani, peternak, hingga nelayan dengan nilai mencapai Rp222 triliun.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan sekaligus mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 juga menjadi penegasan bahwa koperasi tetap menjadi salah satu fondasi utama pembangunan ekonomi Indonesia yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
