Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis, Investasi Rp9,79 Triliun untuk Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) untuk meresmikan secara serentak lima bendungan strategis yang tersebar di empat provinsi. Pesawat Kepresidenan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 10.45 WIB dan tiba di lokasi peresmian utama, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, sekitar pukul 13.20 WIB.
Peresmian ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan memperkuat ketahanan air dan pangan di berbagai wilayah Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan simbol tekad pemerintah dalam mewujudkan kemandirian nasional.
“Bendungan-bendungan ini hanya simbol. Kita perlu berjuang lebih keras lagi. Kita perlu bendungan-bendungan lebih banyak,” ujar Prabowo.
Lima Bendungan Strategis Senilai Rp9,79 Triliun
Lima bendungan yang diresmikan secara bersamaan tersebut meliputi Bendungan Meninting di Lombok, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh; Bendungan Jlantah di Jawa Tengah; serta Bendungan Sidan di Bali.
Total investasi pembangunan kelima bendungan tersebut mencapai Rp9,79 triliun. Infrastruktur sumber daya air ini diharapkan menjadi penggerak baru sektor pertanian, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga mendukung energi terbarukan.
Bendungan Meninting Jadi Infrastruktur Kunci NTB
Bendungan Meninting yang menjadi lokasi utama peresmian memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 46 hektare.
Bendungan ini akan mengairi 1.559 hektare lahan pertanian, menyediakan kebutuhan air baku masyarakat, serta mendukung pengembangan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya terapung dengan kapasitas mencapai 10 MW.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan distribusi air di Lombok sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole yang berpotensi menyebabkan musim kemarau panjang.
Keberadaan bendungan tersebut diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di wilayah NTB dari 280 persen menjadi 300 persen, dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah setiap musim tanam. Nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun.
Dorong Produksi Beras Hingga 1 Juta Ton
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa lima bendungan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang mampu melayani sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian.
Dengan dukungan teknologi pertanian dan penggunaan benih unggul, kelima bendungan ini berpotensi menghasilkan sekitar 720 ribu ton padi per tahun dan dapat meningkat hingga mencapai 1 juta ton beras.
Total kapasitas tampung air dari lima bendungan tersebut mencapai 371 juta meter kubik yang menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
B50 dan Infrastruktur Jadi Fondasi Kemandirian Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga membandingkan investasi pembangunan bendungan dengan manfaat ekonomi dari program mandatori biodiesel B50.
Menurutnya, penghentian impor solar melalui program B50 dapat menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun per tahun. Dana tersebut nantinya dapat mendukung pembangunan berbagai infrastruktur strategis.
“Bayangkan berapa puluh bendungan yang bisa kita bangun tiap tahun,” kata Prabowo.
Selain pembangunan bendungan, Presiden juga mengungkapkan rencana pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas hingga 100 gigawatt.
“Kita akan bangun nanti tenaga surya 100 gigawatt,” tegasnya.
Pembangunan Besar untuk Indonesia Bangkit
Peresmian lima bendungan tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi. Keberadaan bendungan-bendungan baru ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
“Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat,” tutup Prabowo.
