Menko AHY Tinjau Sekolah Rakyat Medan dan Silaturahmi dengan 8 Kesultanan Sumatera Timur
MEDAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Utara pada pekan pertama Juli 2026. Agenda tersebut mencakup penguatan pembangunan infrastruktur, peninjauan proyek strategis pendidikan, pelestarian budaya, hingga mempererat kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan diawali dengan kehadiran Menko AHY sebagai pembicara kunci pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke-18 di Kota Medan yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang merata merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Silaturahmi dengan Delapan Kesultanan Sumatera Timur
Masih di Kota Medan, AHY juga menggelar silaturahmi bersama delapan Kesultanan Sumatera Timur. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan lembaga adat dalam membahas pembangunan yang tetap menghormati nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal.
Menurut AHY, pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan selaras dengan pelestarian warisan budaya sehingga identitas daerah tetap terjaga di tengah percepatan pembangunan nasional.
Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Medan
Pada agenda berikutnya, Menko AHY meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Jalan Flamboyan Raya III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Sekolah yang dibangun di atas lahan sekitar enam hektare milik Pemerintah Kota Medan tersebut dilaporkan telah mencapai progres pembangunan sekitar 87 persen. Proyek yang dimulai pada akhir Desember 2025 itu ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui konsep sekolah berasrama. Penentuan peserta didik dilakukan melalui mekanisme penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di lebih dari 100 lokasi di berbagai daerah dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 15 ribu siswa.
Hadiri Sinode Besar GPDI
Rangkaian kunjungan kerja AHY di Sumatera Utara ditutup dengan menghadiri Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPDI) di Kota Pematangsiantar.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menekankan pentingnya persatuan, toleransi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang maju, inklusif, dan harmonis.
Kehadiran Menko AHY pada kegiatan keagamaan tersebut juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas akses pendidikan berkualitas, menjaga kelestarian budaya, serta memperkuat persatuan nasional sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing.
