Prabowo dan Modi Resmikan Kolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia–India

0
IMG-20260709-WA0066

YOGYAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi meluncurkan kolaborasi Indonesia–India untuk konservasi warisan budaya Candi Prambanan di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Kerja sama ini menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara melalui pelestarian warisan budaya dunia.

Peluncuran kolaborasi tersebut merupakan salah satu agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026. Kedua pemimpin tiba di kawasan Candi Prambanan sekitar pukul 12.00 WIB dan disambut Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Sebelum mendarat, Presiden Prabowo dan PM Modi meninjau kompleks Candi Prambanan dari udara menggunakan helikopter kepresidenan. Setibanya di lokasi, keduanya menyaksikan pertunjukan Tari Rama Shinta yang mengangkat kisah epos Ramayana, kemudian berkeliling kawasan cagar budaya menggunakan kendaraan buggy.

Fokus Revitalisasi Candi Perwara

Peresmian kerja sama ditandai dengan pengungkapan plakat bertuliskan “Indonesia–India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple” sebagai simbol dimulainya proyek konservasi bersama.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa kolaborasi difokuskan pada revitalisasi Candi Perwara atau candi-candi pendamping di kompleks Prambanan. Dari sekitar 200 Candi Perwara yang ada, hingga kini baru enam bangunan yang berhasil direstorasi.

Melalui kerja sama ini, proses konservasi diharapkan dapat dipercepat dengan memanfaatkan pengalaman serta keahlian Archaeological Survey of India (ASI) dalam restorasi situs-situs bersejarah bercorak Hindu.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah dibangun kedua negara dalam pertemuan bilateral sebelumnya, sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India di bidang kebudayaan.

Simbol Hubungan Peradaban Dua Bangsa

Dalam pernyataan bersama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Candi Prambanan bukan sekadar warisan budaya Indonesia, tetapi juga simbol hubungan historis antara Indonesia dan India yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun.

Menurut Presiden, relief kisah Ramayana yang menghiasi dinding Candi Prambanan menjadi bukti kuat kedekatan peradaban kedua bangsa yang terus terpelihara hingga saat ini.

Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan komitmen India untuk terus mendukung upaya pelestarian warisan budaya dunia melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Tahun Tagore–Dewantara

Selain peluncuran konservasi Prambanan, Indonesia dan India juga menetapkan periode 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara.

Program tersebut bertujuan mempererat kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran masyarakat sebagai penghormatan atas hubungan intelektual antara Ki Hajar Dewantara dan Rabindranath Tagore yang telah terjalin sejak awal abad ke-20.

Dalam kunjungan tersebut, PM Modi juga menyempatkan diri bertemu umat Hindu yang sedang melaksanakan ibadah di kawasan Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma.

Perkuat Posisi Prambanan sebagai Warisan Dunia

Candi Prambanan merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang menjadi ikon pariwisata budaya Indonesia. Sepanjang 2025, kawasan ini dikunjungi lebih dari 2,3 juta wisatawan, sementara hingga triwulan II 2026 jumlah kunjungan telah melampaui 1,3 juta wisatawan.

Pemerintah berharap kolaborasi konservasi bersama India tidak hanya mempercepat pelestarian kompleks candi, tetapi juga memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi budaya kelas dunia serta memperdalam hubungan persahabatan Indonesia dan India melalui diplomasi kebudayaan.

Kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian warisan budaya dapat menjadi jembatan diplomasi yang memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus menjaga nilai sejarah bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *