Rusia Denda Apple atas Dugaan Pelanggaran Aturan “Propaganda LGBT”, Sengketa dengan Raksasa Teknologi Kian Memanas
MOSKOW – Pemerintah Rusia kembali mengambil langkah hukum terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, terkait dugaan pelanggaran aturan mengenai “propaganda LGBT”. Langkah tersebut menjadi bagian dari semakin ketatnya penerapan regulasi Rusia terhadap perusahaan teknologi asing yang beroperasi di negaranya. 0
Perkara bermula setelah regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengajukan gugatan terhadap Apple Distribution International. Otoritas Rusia menilai sejumlah konten yang tersedia dalam sistem operasi iOS, termasuk wallpaper bertema pelangi (Pride), melanggar peraturan yang membatasi promosi hubungan seksual non-tradisional berdasarkan hukum yang berlaku di negara tersebut. 1
Pada Mei 2025, Pengadilan Tagansky di Moskow menjatuhkan sanksi administratif kepada Apple dalam beberapa perkara yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan tersebut. Dalam putusannya, pengadilan menjatuhkan total denda sebesar 10,5 juta rubel kepada Apple, yang terdiri dari tiga perkara terkait aturan “propaganda LGBT” dan satu perkara lain mengenai konten yang dinilai melanggar ketentuan Rusia. 2
Pemerintah Rusia menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai tradisional, moral masyarakat, serta penegakan hukum nasional. Sementara itu, Apple belum memberikan tanggapan rinci terkait putusan pengadilan tersebut. 3
Kasus ini menambah daftar perselisihan antara Rusia dan perusahaan teknologi Barat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, sejumlah platform digital juga menghadapi sanksi maupun pembatasan operasional karena dianggap tidak mematuhi regulasi yang diberlakukan pemerintah Rusia. 4
Pengamat menilai perkara tersebut mencerminkan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi global. Selain harus menyesuaikan produk dan layanannya dengan berbagai aturan di setiap negara, perusahaan juga dihadapkan pada perbedaan kebijakan mengenai kebebasan berekspresi, perlindungan hak individu, serta nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku di masing-masing yurisdiksi.
Sengketa antara Rusia dan Apple sekaligus menjadi gambaran bahwa perkembangan teknologi kini tidak hanya berkaitan dengan inovasi digital, tetapi juga bersinggungan dengan aspek hukum, politik, budaya, dan hubungan internasasional.
