Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian

0
IMG-20260705-WA0095

SERDANG BEDAGAI – Seorang remaja berinisial D (16), warga Dusun III, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Ular pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Hingga Sabtu (4/7/2026), tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serdang Bedagai, serta unsur terkait masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Operasi pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Ular menggunakan perahu karet dan metode penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban bersama beberapa rekannya mengendarai sepeda motor menuju wilayah Desa Suka Mandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. Setibanya di lokasi, mereka memutuskan mandi di Sungai Ular.

Saat berada di sungai, arus diduga menyeret tiga orang. Dua di antaranya berhasil diselamatkan, sementara D hilang dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian masyarakat karena lokasi di bawah Jembatan Sungai Ular dikenal sebagai kawasan yang telah beberapa kali terjadi kasus orang tenggelam. Sejumlah warga menyebut lokasi tersebut memiliki arus yang cukup deras serta kedalaman yang sulit diperkirakan, terutama saat debit air meningkat.

Salah seorang warga setempat mengatakan peristiwa serupa telah berulang kali terjadi sehingga masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai.

Sementara itu, tim SAR terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar untuk memperoleh informasi yang dapat membantu proses pencarian korban.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mandi maupun berenang di sungai yang memiliki arus deras, pusaran air, atau kedalaman yang tidak diketahui. Orang tua juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja agar tidak beraktivitas di kawasan sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan atau sesuai dengan prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *