Komisi IV DPR Resmikan Gudang Bulog Berkapasitas 3.500 Ton di Banjarbaru, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

0
IMG-20260705-WA0096

BANJARBARU – Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026), untuk memastikan penguatan ketahanan pangan nasional berjalan secara optimal. Kunjungan tersebut diawali dengan peresmian Gudang Komoditas Pangan Perum Bulog Banjarbaru berkapasitas 3.500 ton, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Balai Veteriner Banjarbaru guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengatakan pembangunan gudang baru tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur logistik pangan nasional. Gudang yang dibangun melalui dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN) itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan hasil panen sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menurutnya, peningkatan kapasitas gudang akan memperbesar kemampuan Perum Bulog dalam menyerap gabah dan beras petani, menjaga stabilitas pasokan, serta membantu mengendalikan harga beras di tingkat nasional.

“Ketersediaan infrastruktur penyimpanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional,” ujar Siti Hediati Soeharto.

Direktur Utama Perum Bulog mengungkapkan bahwa hingga 2 Juli 2026, stok beras Bulog secara nasional telah mencapai 5,18 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog.

Sementara itu, stok beras di wilayah Kalimantan Selatan tercatat mencapai 22.317 ton dan dinilai berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga awal Juli 2026, Bulog juga telah merealisasikan pengadaan sekitar 3,26 juta ton beras atau sekitar 81,65 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.

Selain meresmikan gudang pangan, Komisi IV DPR RI juga meninjau Balai Veteriner Banjarbaru untuk memastikan kesiapan pemerintah menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi terhadap ancaman perubahan iklim, termasuk risiko kekeringan, penurunan produksi pangan, hingga meningkatnya potensi penyakit hewan yang dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional.

Balai Veteriner Banjarbaru diharapkan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, fasilitas laboratorium, serta layanan kesehatan hewan agar mampu menjadi laboratorium rujukan regional dalam mendukung sektor peternakan nasional.

Komisi IV DPR RI menegaskan akan terus mengawal berbagai kebijakan strategis di bidang pangan guna memastikan ketersediaan stok nasional tetap terjaga, melindungi kepentingan petani dan peternak, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *