China Kucurkan 625 Miliar Yuan Obligasi Khusus Gelombang Ketiga, Program Tukar Tambah Barang Konsumsi Tembus 10 Triliun Yuan
BEIJING – Pemerintah China kembali memperkuat stimulus ekonomi dengan menyalurkan 625 miliar yuan melalui gelombang ketiga obligasi negara jangka panjang super khusus (ultra-long special treasury bonds) untuk mendukung program tukar tambah barang konsumsi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan konsumsi domestik sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Pendanaan tersebut disalurkan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) bersama Kementerian Keuangan China sebagai implementasi kebijakan “Two New” (Dua Baru) yang berfokus pada peningkatan konsumsi masyarakat dan modernisasi peralatan produksi.
Hingga 20 Juni 2026, program tersebut mencatat hasil signifikan. Nilai transaksi melalui skema tukar tambah telah melampaui 10 triliun yuan, dengan lebih dari 136 juta masyarakat ikut berpartisipasi.
Data pemerintah menunjukkan efektivitas program terus meningkat. Rasio daya ungkit subsidi pemerintah naik dari 1:7,8 pada 2025 menjadi 1:10,3 pada tahun ini. Artinya, setiap 1 yuan subsidi pemerintah mampu mendorong belanja masyarakat hingga 10,3 yuan, sehingga memperbesar dampak terhadap aktivitas ekonomi.
Ekonom Li Changan dari University of International Business and Economics menilai kebijakan tersebut berhasil menekan biaya konsumsi rumah tangga sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.
Menurutnya, insentif fiskal yang diberikan pemerintah menciptakan siklus positif bagi pertumbuhan ekonomi karena mampu mendorong konsumsi sekaligus meningkatkan aktivitas sektor industri dan perdagangan.
Dampak program mulai terlihat di berbagai sektor strategis.
Penjualan peralatan rumah tangga hemat energi meningkat lebih dari 30 persen sepanjang Januari–Mei 2026.
Di sektor otomotif, pangsa pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) telah melampaui 60 persen selama dua bulan berturut-turut, mencerminkan semakin kuatnya tren kendaraan ramah lingkungan di China.
Sementara itu, penjualan perangkat pintar seperti kacamata pintar dan wearable devices melonjak lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya setelah masuk dalam daftar produk penerima subsidi pemerintah.
Pemerintah China menegaskan penyaluran dana obligasi khusus akan terus dilakukan secara bertahap setiap kuartal agar manfaat stimulus dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Selain mempercepat pencairan anggaran, pemerintah juga berupaya menyederhanakan proses verifikasi, meningkatkan transparansi penggunaan dana, serta memperkuat pengawasan terhadap seluruh rantai distribusi subsidi.
Para ekonom memperkirakan cakupan program akan terus diperluas pada tahun-tahun mendatang dengan memasukkan lebih banyak produk berbasis teknologi pintar ke dalam daftar penerima insentif.
Langkah tersebut dinilai akan semakin meningkatkan konsumsi domestik sekaligus mempercepat transformasi industri menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi tinggi.
Program tukar tambah yang kini telah menembus nilai transaksi 10 triliun yuan menjadi salah satu instrumen fiskal terbesar China dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global. Kebijakan ini juga menunjukkan komitmen Beijing untuk memperkuat permintaan domestik sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.
