PRABOWO TEGASKAN KEKUATAN NKRI TAK BOLEH DIREMEHKAN: PENENTANG PANCASILA DAN MAFIA PERAMPOK KEKAYAAN NEGARA AKAN GAGAL

0
1793528914132-1

CIMAHI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga Pancasila, memperkuat semangat kebangsaan, serta mewaspadai berbagai ancaman yang berpotensi memecah belah persatuan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan bahwa pendidikan kebangsaan tidak boleh hanya menjadi materi pembelajaran formal. Nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki komitmen terhadap persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prabowo menyoroti masih adanya kelompok yang menurutnya tidak menyukai Pancasila dan memiliki cita-cita membangun negara berdasarkan kepentingan agama, suku, atau ras tertentu.

“Saya meminta agar nilai-nilai yang kami ajarkan terus dipertahankan, nilai Pancasila, dan semangat kebangsaan. Kita harus menyadari masih ada kelompok-kelompok yang tidak menyukai Pancasila, yang bercita-cita mendirikan negara berdasarkan agama, suku, atau ras. Ini merupakan sumber perpecahan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo Ingatkan Bahaya Perpecahan Bangsa

Presiden juga menghubungkan pentingnya persatuan nasional dengan berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia.

Menurut Prabowo, perang dan pertumpahan darah telah menyebabkan banyak korban dari kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Situasi tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa perpecahan dan ketidakwaspadaan kepemimpinan dapat membawa dampak besar bagi kehidupan sebuah bangsa.

“Kita menyaksikan di seluruh dunia saat ini, terjadi perang, konflik, dan pertumpahan darah yang mengakibatkan puluhan ribu ibu, anak-anak, serta orang-orang yang tidak berdosa meninggal setiap harinya. Mengapa ini terjadi? Karena pemimpin-pemimpin tidak waspada dan terpecah,” ungkapnya.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa Indonesia juga harus mewaspadai pihak-pihak yang menginginkan negara terpecah.

Namun, Presiden menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Percayalah, kekuatan NKRI sangat besar. Kita harus waspada sejak sekarang dan kita akan mengatasi semua persoalan ini dengan baik. Mereka yang memiliki niat tidak baik pasti akan terungkap,” tegasnya.

Peringatan Keras terhadap Mafia Perampok Kekayaan Negara

Tidak hanya menyoroti ancaman terhadap persatuan nasional, Prabowo juga menyampaikan peringatan kepada pihak-pihak yang dinilainya tidak setia kepada Pancasila dan NKRI, termasuk mereka yang memiliki mentalitas mafia serta berupaya merampok kekayaan negara.

Presiden menegaskan bahwa kekayaan negara harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan dijadikan sumber keuntungan bagi kelompok tertentu melalui praktik yang merugikan kepentingan nasional.

“Saya ingin mengingatkan, mereka yang tidak setia pada Pancasila, tidak setia pada NKRI, atau mereka yang serakah dan bermental mafia dengan tujuan merampok kekayaan negara, pasti akan gagal,” kata Prabowo.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa sejarah peradaban manusia memberikan pelajaran bahwa tindakan jahat pada akhirnya akan menghadapi konsekuensinya.

“Ini adalah pelajaran ribuan tahun peradaban manusia. Yang jahat pasti akan kalah. Kita tidak perlu ragu tentang hal itu,” lanjutnya.

Pancasila, Persatuan, dan Kepentingan Rakyat

Pernyataan Presiden tersebut menempatkan pendidikan kebangsaan, persatuan nasional, serta perlindungan kekayaan negara sebagai tiga pesan penting dalam sambutannya.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman untuk menjaga kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.

Perbedaan agama, suku, ras, dan latar belakang sosial semestinya menjadi kekuatan bangsa, bukan alasan untuk saling memusuhi atau memecah persatuan.

Sementara itu, upaya melindungi kekayaan negara membutuhkan penegakan hukum yang konsisten, transparansi pengelolaan anggaran dan sumber daya alam, serta pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap NKRI harus diwujudkan melalui tindakan nyata: menjaga persatuan, menghormati konstitusi, melindungi kepentingan rakyat, dan memastikan kekayaan negara dikelola secara bertanggung jawab.

Pada akhirnya, kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam, luas wilayah, atau jumlah penduduknya. Kekuatan bangsa juga ditentukan oleh persatuan masyarakat, integritas penyelenggara negara, dan tegaknya hukum bagi seluruh warga negara tanpa pengecualian.

Rakyat Berhak Tahu. Pers harus menjaga fakta, keberanian, dan integritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *