Kodim 0209/Labuhanbatu Bersama Damkar Tangani Banjir di KOPDES, Air Dikuras dengan Mobil Pemadam
LABUHANBATU — Kodim 0209/Labuhanbatu berkolaborasi dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar) dalam upaya penanggulangan banjir yang melanda lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KOPDES) di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dandim 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui kerja sama dan gotong royong bersama pihak terkait. Upaya tersebut bertujuan membantu mengatasi dampak banjir sekaligus memastikan penanganan dilakukan secara bersama demi kepentingan masyarakat.
Menurut Hanung, pembangunan KOPDES di Labuhanbatu telah mencapai 186 titik. Namun, kondisi geografis di sejumlah lokasi yang rawan banjir menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan maupun pemeliharaan fasilitas tersebut.
“Kami sudah membangun 186 titik KOPDES di Labuhanbatu ini, dan ternyata ini memang daerah banjir. Syarat bangunnya harus ada tanggul, tanggulnya ada tapi tanggulnya jebol karena derasnya hujan, sekarang air sudah dikuras dengan mobil pemadam,” jelasnya.
Tanggul Jebol Akibat Derasnya Hujan
Berdasarkan keterangan tersebut, lokasi KOPDES yang terdampak banjir sebelumnya telah dilengkapi tanggul sebagai bagian dari upaya mengantisipasi genangan air. Namun, derasnya hujan menyebabkan tanggul jebol sehingga air masuk dan menggenangi area tersebut.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperhatikan karakteristik wilayah, sistem drainase, serta ketahanan infrastruktur pelindung banjir dalam pembangunan fasilitas di daerah rawan genangan.
Penanganan yang dilakukan melibatkan personel Kodim 0209/Labuhanbatu dan petugas Damkar. Air yang menggenangi lokasi kemudian dikuras menggunakan mobil pemadam kebakaran sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak banjir.
Kolaborasi untuk Kepentingan Masyarakat
Kerja sama antara TNI dan petugas pemadam kebakaran menjadi bagian dari upaya penanganan kondisi darurat di lapangan. Gotong royong lintas instansi diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan genangan serta mendukung pemulihan aktivitas di lokasi terdampak.
Selain penanganan langsung, evaluasi terhadap kondisi tanggul dan sistem pengendalian air juga penting dilakukan agar kejadian serupa dapat diantisipasi pada masa mendatang.
Pembangunan fasilitas KOPDES di wilayah rawan banjir memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan kondisi lingkungan dan risiko bencana. Pemeriksaan kondisi tanggul, kapasitas drainase, serta kebutuhan pemeliharaan berkala menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan fasilitas tersebut.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai total kerugian, jumlah fasilitas yang terdampak, maupun jadwal perbaikan tanggul. Informasi tersebut perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Upaya penanganan banjir di Labuhanbatu ini menjadi pengingat bahwa koordinasi antarlembaga, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, dan pemeliharaan infrastruktur merupakan faktor penting dalam melindungi fasilitas publik serta kepentingan masyarakat.
