Prabowo Ingatkan Ada Kelompok Ingin Indonesia Terpecah: Yang Jahat dan Bermental Mafia Pasti Kalah!
CIMAHI — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan bahwa masih terdapat kelompok-kelompok yang dinilainya tidak menyukai Pancasila dan menginginkan perubahan mendasar terhadap dasar serta bentuk negara. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional dan memperkuat nilai kebangsaan demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Dalam sambutannya, Presiden meminta agar nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan terus dipertahankan serta diajarkan kepada para siswa.
Prabowo menyinggung adanya kelompok yang mengusung gagasan mendirikan negara berdasarkan agama, suku, maupun ras tertentu. Menurutnya, gagasan yang mengabaikan persatuan dan keberagaman tersebut dapat menjadi sumber perpecahan bangsa.
“Nilai-nilai yang kita ajarkan, saya minta dipertahankan, nilai Pancasila, nilai kebangsaan, ya. Karena masih banyak kelompok-kelompok yang sesungguhnya tidak suka dengan Pancasila,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden juga mengingatkan bahwa sejarah Indonesia memberikan pelajaran penting tentang bahaya perpecahan. Menurutnya, salah satu faktor yang membuat bangsa Indonesia pernah berada di bawah penjajahan adalah lemahnya persatuan antarkelompok.
Ia mengajak generasi muda untuk mempelajari sejarah agar kesalahan masa lalu tidak kembali terulang.
PRABOWO: KEKUATAN NKRI BESAR, PERSATUAN HARUS DIJAGA
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung konflik dan pertumpahan darah yang terjadi di berbagai belahan dunia. Ia mengingatkan bahwa perpecahan dapat membawa penderitaan besar bagi masyarakat, termasuk perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah.
Presiden kemudian menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan, selama seluruh elemen bangsa tetap menjaga persatuan dan kewaspadaan.
“Tapi percayalah kekuatan NKRI besar. Kita waspada sekarang dan kita akan atasi semua masalah itu dengan baik. Mereka-mereka yang hatinya tidak baik pasti ketahuan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa menjaga keutuhan negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh warga negara. Persatuan, penghormatan terhadap keberagaman, dan kesetiaan pada konstitusi menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
SOROTAN TERHADAP MENTALITAS MAFIA DAN PERAMPASAN KEKAYAAN NEGARA
Selain berbicara mengenai ancaman perpecahan, Prabowo juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang dinilainya tidak setia kepada Pancasila dan NKRI, termasuk mereka yang memiliki mentalitas mafia serta berupaya merampok kekayaan negara.
Presiden menegaskan bahwa praktik keserakahan dan penyalahgunaan kekayaan negara tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak fondasi kehidupan berbangsa.
“Dan saya ingatkan mereka-mereka yang tidak setia kepada Pancasila, tidak setia kepada NKRI, atau mereka-mereka yang serakah, mereka-mereka yang bermental mafia yang tujuannya adalah merampok kekayaan negara, pasti akan gagal,” kata Prabowo.
Ia kemudian menyampaikan kalimat yang menjadi salah satu penekanan dalam pidatonya:
“Yang jahat, pasti akan kalah. Itu pasti. Tidak usah kita ragu-ragu.”
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks peringatan terhadap pihak-pihak yang dinilai mengancam persatuan dan merugikan kepentingan negara.
PANCASILA, PENDIDIKAN, DAN INTEGRITAS MENJADI FONDASI BANGSA
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun bangsa. Menurutnya, keberhasilan negara tidak cukup hanya ditopang oleh kecerdasan, tetapi juga membutuhkan karakter, integritas, kejujuran, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Presiden meminta para pendidik SMA Taruna Nusantara untuk membimbing siswa agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan sekaligus hati nurani dan tanggung jawab kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa bangsa membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur, bersih hati, dan mampu mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat.
Pesan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara pendidikan karakter, persatuan nasional, dan pengelolaan kekayaan negara. Sebab, pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus tata kelola negara yang bersih dari korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang.
Pidato Prabowo di Cimahi menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga Pancasila, merawat keberagaman, memperkuat persatuan, serta memastikan kekayaan negara dikelola untuk kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia.
