Prabowo Serukan Penghematan Besar-besaran, Tegaskan Indonesia Tak Takut Hadapi Tekanan Global

0
1793282369259-1

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penghematan besar-besaran di tengah berbagai tantangan nasional dan gejolak geopolitik global. Pemerintah didorong untuk semakin cermat mengelola anggaran serta memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi ketidakpastian dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti,” tegas Prabowo.

Presiden menilai Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kerja keras pemerintah. Di tengah harapan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan, pemerintah perlu memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Selain menyoroti penghematan, Prabowo juga menyampaikan pandangannya mengenai berbagai tekanan yang dihadapi Indonesia di tengah dinamika global, termasuk persoalan yang berkaitan dengan pasar keuangan internasional.

Prabowo menyinggung MSCI atau Morgan Stanley Capital International, penyedia indeks pasar keuangan global yang menjadi salah satu acuan bagi investor dalam menilai pasar saham berbagai negara.

“Ada apa itu, macam-macam lah, MSCI, macam-macam, ya kan. Dia mau, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus tetap percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, keberanian, kekuatan nasional, dan semangat pantang menyerah merupakan modal penting bagi bangsa dalam menjaga kepentingan nasional.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan efisiensi anggaran dan ketahanan nasional sebagai dua isu penting dalam menghadapi situasi global yang dinamis.

Di satu sisi, penghematan anggaran perlu diarahkan pada peningkatan efektivitas belanja negara tanpa mengabaikan pelayanan publik dan program yang dibutuhkan masyarakat. Di sisi lain, kepercayaan terhadap perekonomian nasional juga memerlukan kebijakan yang konsisten, transparansi, serta kepastian regulasi.

Sementara itu, penyebutan MSCI perlu dipahami dalam konteks pasar modal internasional. Perubahan penilaian terhadap suatu pasar dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk aksesibilitas investor, transparansi, dan tata kelola pasar. Karena itu, perkembangan yang berkaitan dengan indeks global perlu dicermati berdasarkan informasi resmi dan kondisi pasar yang terukur.

Pemerintah menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa semangat kemandirian nasional berjalan beriringan dengan pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, iklim investasi yang kredibel, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan materi dan kutipan yang diberikan. Tanggal, konteks pernyataan, serta rekaman resmi Sidang Kabinet Paripurna perlu diverifikasi sebelum publikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *