Fahri Hamzah Serahkan Dua Buku kepada Ketua DEN, Bahas Masa Depan Ekonomi Digital dan Peran AI
JAKARTA – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada Jumat pagi. Dalam kesempatan tersebut, Fahri menyerahkan dua buku karyanya yang berjudul Trilogi Kesejahteraan dan Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas berbagai gagasan strategis mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan, khususnya terkait transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Fahri, integrasi digital yang diperkuat oleh perkembangan teknologi AI akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing ekonomi Indonesia di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
“Menarik mendiskusikan bahwa masa depan ekonomi kita ada pada integrasi digital yang diperkuat oleh AI,” ungkap Fahri melalui pernyataannya.
Selain menyerahkan kedua buku tersebut, diskusi juga menyoroti pentingnya inovasi, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Buku Trilogi Kesejahteraan mengangkat berbagai gagasan terkait pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sementara Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 berfokus pada strategi mewujudkan kemandirian sektor perumahan sebagai bagian dari visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pernyataannya, Fahri juga menyampaikan doa dan harapan agar Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya.
Pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu menjawab tantangan masa depan melalui inovasi dan transformasi digital.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, berbagai kalangan menilai bahwa integrasi teknologi digital dan AI akan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing Indonesia di tingkat global dalam beberapa dekade mendatang.
