Ipda Sukandi, Polisi yang Pinjam Rp5 Juta Demi Bangun Masjid untuk Warga Nelayan Sanjai

0
1790557125368

SINJAI, SULAWESI SELATAN — Pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu diwujudkan melalui tugas-tugas yang terlihat di depan kamera. Di kawasan nelayan BTN Sanjai, Kabupaten Sinjai, sebuah kisah sederhana tentang kepedulian Ipda Sukandi W. Dehi menjadi cerita tentang pengabdian, keberanian berkorban, dan kekuatan gotong royong masyarakat.

Saat bertugas sebagai Wakapolsek Sinjai Timur, Sukandi melihat langsung kondisi warga yang tinggal di kawasan nelayan BTN Sanjai. Ketika itu, masyarakat belum memiliki masjid maupun musala yang layak untuk menjalankan ibadah.

Kondisi tersebut membuat Sukandi tidak mampu begitu saja mengabaikannya.

Ia kemudian berupaya mengumpulkan donasi untuk mewujudkan sebuah rumah ibadah bagi masyarakat. Namun, pembangunan tidak mungkin menunggu terlalu lama sementara dana yang terkumpul belum mencukupi.

Dalam kondisi tersebut, Sukandi mengambil langkah pribadi. Ia meminjam uang sebesar Rp5 juta dari seorang warga agar pembangunan dapat segera dimulai.

Langkah tersebut menjadi awal dari sebuah gerakan gotong royong.

Setelah pembangunan dimulai, bantuan kemudian berdatangan dari berbagai pihak. Ada masyarakat yang menyumbangkan uang, ada yang memberikan material bangunan, sementara warga lainnya ikut menyumbangkan tenaga.

Semangat tersebut membuat pembangunan Masjid Qaryat Dehi Alsayd di Dusun Kahu-Kahu, Desa Sanjai, terus berjalan.

Masjid berukuran sekitar 10 x 10 meter itu disebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua bulan lima hari.

Momen yang paling membekas bagi Sukandi terjadi pada Ramadan 2023. Untuk pertama kalinya, masyarakat dapat melaksanakan salat Tarawih dan beribadah bersama di masjid yang dibangun melalui semangat gotong royong tersebut.

Bagi warga, kontribusi Sukandi tidak berhenti pada pembangunan masjid.

Ia juga dikenal mau hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kerja bakti. Kehadirannya disebut tidak dibatasi oleh jarak antara seorang polisi dengan masyarakat yang dilayaninya.

Sukandi memilih berinteraksi secara sederhana dan ikut membantu ketika masyarakat membutuhkan.

Menariknya, ketika kisah tersebut kemudian mendapat perhatian lebih luas, Sukandi justru memilih merendah. Apa yang dilakukannya disebut sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota Polri.

Baginya, membantu masyarakat bukan sesuatu yang harus dijadikan kebanggaan pribadi.

Kisah Sukandi kemudian kembali menjadi perhatian dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Dalam sebuah penampilan, ia menggunakan penyamaran dengan pakaian robek dan tanpa alas kaki serta membawa senjata rakitan berbahan kayu. Penampilannya bahkan membuatnya sekilas menyerupai orang dengan gangguan jiwa.

Di balik penampilan tersebut, tersimpan kisah seorang polisi yang sebelumnya dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya.

Kisah pembangunan Masjid Qaryat Dehi Alsayd memperlihatkan bahwa sebuah rumah ibadah tidak selalu lahir dari proyek besar atau anggaran yang besar. Dalam kasus ini, pembangunan bermula dari kepedulian seorang anggota polisi, pengorbanan pribadi, dan kemudian berkembang menjadi gerakan gotong royong masyarakat.

Ada pelajaran sederhana dari kisah tersebut: pengabdian terkadang dimulai dari keberanian untuk melakukan sesuatu ketika orang lain masih melihat persoalan sebagai sesuatu yang biasa.

Sukandi tidak menunggu sampai seluruh dana tersedia untuk memulai. Ia mengambil langkah pertama, sementara masyarakat kemudian melanjutkan perjuangan tersebut bersama-sama.

Pada akhirnya, yang berdiri bukan hanya sebuah bangunan berukuran 10 x 10 meter.

Di sana berdiri pula sebuah cerita tentang kepedulian, gotong royong, dan hubungan antara polisi dengan masyarakat yang dilayaninya.

Sebuah pengingat bahwa bagi sebagian orang, pengabdian bukan tentang seberapa besar nama dikenal, melainkan seberapa nyata manfaat yang ditinggalkan untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *