2 Wasiat Guruh Soekarnoputra Sebelum Wafat, Penuh Makna tentang Sang Ibu Fatmawati

0
1790417515972-1-1

JAKARTA — Kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dunia seni dan budaya Indonesia. Putra Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati itu wafat pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan, dalam usia 73 tahun.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Guruh diketahui sempat menjalani perawatan medis dalam beberapa waktu terakhir.

Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Guruh direncanakan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, berdampingan dengan makam ibundanya, Fatmawati.

Rencana pemakaman tersebut disebut sesuai dengan pesan Guruh sebelum wafat. Keputusan akhir mengenai prosesi pemakaman tetap berada di tangan keluarga.

Namun, ada dua permintaan Guruh terkait kain yang digunakan dalam prosesi pemakamannya yang memiliki makna mendalam.

Pertama, kain ihram dari umrah terakhirnya.

Kain yang dikenakan dalam perjalanan ibadah umrah terakhir tersebut disebut telah dipersiapkan Guruh untuk digunakan dalam prosesi pemakamannya.

Kedua, dua kain batik peninggalan Fatmawati.

Dua helai kain batik yang merupakan peninggalan ibundanya, Fatmawati, juga disebut telah dipersiapkan untuk digunakan sebagai bagian dari lapisan kain kafan jenazah Guruh.

Dua permintaan tersebut membuat prosesi penghormatan terakhir Guruh memiliki makna simbolis yang kuat.

Kain ihram merepresentasikan perjalanan spiritual dan ibadah yang dijalani Guruh, sedangkan kain batik peninggalan Fatmawati menjadi pengingat akan hubungan Guruh dengan sang ibu yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya.

Bagi keluarga, pilihan tersebut seakan mempertemukan dua bagian penting dalam kehidupan Guruh: perjalanan pengabdiannya kepada Tuhan dan ikatan batin dengan ibundanya.

Fatmawati sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia dan dikenal sebagai istri Presiden Soekarno sekaligus ibu dari sejumlah putra-putri Soekarno, termasuk Guruh.

Kini, Guruh Soekarnoputra telah berpulang. Jika rencana tersebut terlaksana, ia akan beristirahat di TPU Karet Bivak, dekat dengan makam sang ibu.

Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra.

Semoga seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni segala khilaf dan salahnya, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Al-Fatihah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *