Yordania Vs Aljazair 2026 Berakhir Imbang 2-2, Comeback Dramatis di Menit 90+3 Jaga Asa Lolos
SANTA CLARA – Pertandingan sengit antara tim nasional Yordania dan Aljazair dalam lanjutan Grup J Piala Dunia 2026 berakhir imbang 2-2 di Stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, Selasa (23/6/2026). Laga penuh drama tersebut menghadirkan salah satu comeback paling emosional sejauh turnamen berlangsung.
Kedua tim memasuki pertandingan dengan tekanan besar setelah sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka. Yordania sebelumnya tumbang 1-3 dari Austria, sementara Aljazair dihajar Argentina dengan skor telak 0-3. Hasil tersebut membuat duel ini menjadi pertarungan hidup-mati demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Aljazair membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-22 melalui gol bunuh diri bek Yordania, Yazan Al-Arab. Kesalahan koordinasi di lini pertahanan membuat bola justru masuk ke gawang sendiri dan memberikan keuntungan bagi wakil Afrika Utara tersebut.
Meski tertinggal, Yordania menunjukkan mentalitas luar biasa. Tim asuhan Jamal Sellami terus mencoba membangun serangan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-50 melalui Ali Olwan. Gol tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan gol pertama Yordania sepanjang keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.
Berawal dari umpan silang akurat dari sisi kanan, Ali Olwan sukses menanduk bola melewati kiper Aljazair, Luca Zidane. Skor berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat para pemain Yordania.
Namun Aljazair kembali menunjukkan kualitasnya. Setelah menguasai jalannya pertandingan dalam sebagian besar waktu, mereka kembali unggul pada menit ke-68 melalui Riyad Mahrez. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, Mahrez melepaskan penyelesaian klinis yang membawa Aljazair memimpin 2-1.
Saat kemenangan tampak berada di depan mata, Aljazair justru kehilangan konsentrasi pada menit-menit krusial. Yordania yang terus menekan hingga penghujung pertandingan akhirnya mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time.
Pada menit ke-90+3, wasit menunjuk titik putih setelah Mousa Al-Taamari dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Sang kapten yang mengambil sendiri eksekusi penalti tampil tenang dan sukses menaklukkan kiper Aljazair.
Gol tersebut memastikan skor menjadi 2-2 sekaligus memicu selebrasi besar para pemain dan pendukung Yordania yang menyaksikan tim mereka mengamankan poin perdana dalam sejarah Piala Dunia.
Hasil ini memiliki makna sangat penting bagi Yordania. Selain menjadi poin pertama mereka di panggung sepak bola terbesar dunia, pertandingan ini juga menunjukkan karakter kuat dan daya juang tinggi yang dimiliki skuad debutan tersebut.
Ali Olwan tercatat dalam sejarah sebagai pencetak gol pertama Yordania di Piala Dunia, sementara Mousa Al-Taamari menjadi pahlawan yang menyelamatkan tim dari kekalahan lewat gol penalti dramatis pada detik-detik terakhir pertandingan.
Di sisi lain, hasil imbang ini menjadi pukulan bagi Aljazair. Setelah gagal meraih poin pada laga pertama, mereka kembali kehilangan kesempatan mengamankan kemenangan akibat hilangnya fokus di penghujung pertandingan.
Persaingan Grup J pun semakin terbuka. Argentina masih memimpin klasemen dengan enam poin, disusul Austria dengan empat poin. Sementara Yordania dan Aljazair kini sama-sama mengoleksi satu poin.
Peluang kedua tim untuk melaju ke fase gugur masih tersedia, termasuk melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun syaratnya tidak mudah. Kemenangan pada pertandingan terakhir menjadi harga mati, sembari berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka.
Laga Yordania kontra Aljazair akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis di Piala Dunia 2026. Dari gol bunuh diri yang membawa petaka hingga penalti penentu di menit 90+3, pertandingan ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan ketahanan mental mampu mengubah jalannya sejarah dalam hitungan detik.
