Yogi Ahmad Erlangga, Ilmuwan Indonesia yang Pecahkan Persamaan Sulit dan Bantu Percepat Pencarian Minyak
JAKARTA — Indonesia memiliki sejumlah ilmuwan yang karyanya mampu menjangkau dunia. Salah satunya adalah Yogi Ahmad Erlangga, matematikawan dan akademisi asal Indonesia yang dikenal karena keberhasilannya menyelesaikan persoalan matematika yang telah lama dianggap sulit, yakni persamaan Helmholtz.
Kisah Yogi kerap dibandingkan dengan perjalanan ilmuwan Indonesia lainnya seperti Bacharuddin Jusuf Habibie. Jika Habibie dikenal melalui kontribusinya dalam teknologi penerbangan, Yogi dikenal melalui terobosannya di bidang matematika komputasi yang memiliki aplikasi luas dalam teknologi dan industri.
Empat Tahun Mengejar Persamaan Helmholtz
Perjalanan Yogi menuju temuannya bermula ketika ia menempuh penelitian di Delft University of Technology, Belanda.
Pada Desember 2001, perusahaan energi Shell datang dengan persoalan yang membutuhkan penyelesaian lebih cepat terhadap persamaan Helmholtz. Persamaan tersebut penting dalam pemodelan fenomena gelombang dan dapat digunakan dalam teknologi pencitraan bawah permukaan untuk membantu pencarian sumber minyak.
Yogi kemudian menghabiskan sekitar empat tahun untuk mengembangkan metode yang lebih efisien.
Pada Desember 2005, ia berhasil menyelesaikan disertasinya dan menemukan metode yang menjadi terobosan dalam penyelesaian persamaan Helmholtz secara numerik.
Persamaan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan bagi para ilmuwan tersebut berhasil ia dekati dengan pendekatan matematika dan komputasi yang lebih efisien.
Dampaknya Menjangkau Dunia Industri
Terobosan Yogi memiliki potensi besar dalam industri minyak dan gas, khususnya untuk proses pencitraan bawah permukaan bumi.
Dengan metode yang dikembangkannya, proses perhitungan yang sebelumnya membutuhkan sumber daya komputasi sangat besar dapat dilakukan dengan jauh lebih efisien.
Sejumlah sumber menyebut metode tersebut dapat mempercepat proses pencarian minyak secara signifikan dan mengurangi kebutuhan perangkat keras.
Yang menarik, persamaan Helmholtz tidak hanya berkaitan dengan industri perminyakan.
Persamaan tersebut digunakan untuk memodelkan berbagai fenomena gelombang. Karena itu, penerapannya dapat berkaitan dengan berbagai bidang teknologi, termasuk radar, akustik, penerbangan, optik, hingga teknologi lainnya yang membutuhkan pemodelan gelombang.
Memilih Ilmu untuk Kepentingan Publik
Salah satu hal yang membuat kisah Yogi semakin menarik adalah keputusan untuk tidak mematenkan metode yang dikembangkannya.
Penelitian tersebut dilakukan dalam lingkungan akademik sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan dunia ilmu pengetahuan.
Temuannya bahkan mendapat perhatian dari industri energi Indonesia. Pertamina disebut pernah mengundangnya untuk membicarakan metode tersebut dan kemungkinan penerapannya dalam pencarian sumber minyak.
Bagi Yogi, persoalan berikutnya bukan sekadar menemukan sebuah rumus atau metode matematika.
Ia memiliki visi yang lebih besar terhadap pendidikan dan perkembangan teknologi Indonesia.
Yogi ingin Indonesia memiliki perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat dunia. Ia juga memiliki ketertarikan terhadap berbagai bidang penelitian, termasuk pesawat terbang, perminyakan, dan biomekanik.
Dari Indonesia untuk Dunia
Kisah Yogi Ahmad Erlangga menjadi pengingat bahwa kontribusi ilmuwan Indonesia tidak selalu harus hadir dalam bentuk produk yang terlihat secara langsung.
Kadang-kadang, sebuah terobosan bermula dari persamaan matematika yang rumit di atas kertas.
Dari sana, lahir metode yang dapat membantu manusia memproses data, memahami fenomena gelombang, hingga menyelesaikan persoalan industri dengan lebih efisien.
Habibie pernah membawa nama Indonesia melalui dunia teknologi penerbangan. Yogi Ahmad Erlangga menunjukkan bahwa ilmuwan Indonesia juga mampu memberikan kontribusi penting melalui matematika dan komputasi.
Keduanya memiliki bidang berbeda, tetapi membawa pesan yang sama: gagasan yang lahir dari Indonesia dapat memiliki manfaat bagi dunia.
