Wakasal Terima Kunjungan Kehormatan Komandan Angkatan Laut Brunei, Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Brunei
JAKARTA – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Commander of Navy Royal Brunei Navy, First Admiral Sahibul Bahari bin Haji Zainal Abidin, di Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Brunei Darussalam, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan maritim.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasal hadir mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kunjungan diawali dengan upacara penyambutan pasukan kehormatan yang berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu militer dari negara sahabat.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat persahabatan. Kedua pimpinan angkatan laut membahas berbagai peluang peningkatan kerja sama strategis, mulai dari pengembangan kapasitas personel, latihan bersama, pertukaran pengalaman, hingga penguatan koordinasi dalam menjaga keamanan maritim di kawasan Asia Tenggara.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik antara TNI Angkatan Laut dan Royal Brunei Navy.
Menurutnya, kerja sama pertahanan yang erat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim yang terus berkembang, termasuk pengamanan jalur pelayaran internasional, penanggulangan kejahatan lintas negara di laut, patroli terkoordinasi, hingga kerja sama penanggulangan bencana.
“Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi kedua angkatan laut sekaligus mengevaluasi dan mengembangkan berbagai program kerja sama yang telah berjalan,” jelasnya.
Selain membahas isu-isu strategis, kedua delegasi juga bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan kawasan serta pentingnya menjaga stabilitas di wilayah perairan Asia Tenggara melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan.
Kerja sama Indonesia dan Brunei Darussalam dinilai memiliki arti strategis mengingat kedua negara merupakan negara serumpun yang memiliki hubungan diplomatik erat dan kepentingan bersama dalam menjaga keamanan kawasan maritim.
Sebagai bagian dari diplomasi pertahanan, kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata serta sesi foto bersama yang mencerminkan komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kemitraan strategis.
Melalui pertemuan tersebut, TNI Angkatan Laut dan Royal Brunei Navy diharapkan semakin meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keamanan laut, memperkuat stabilitas kawasan, serta mendukung terciptanya Indo-Pasifik yang aman, damai, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Penguatan kerja sama pertahanan maritim ini sekaligus menjadi wujud komitmen Indonesia dalam membangun diplomasi pertahanan yang aktif, adaptif, dan berorientasi pada perdamaian serta stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
