Supriyono alias Botok Tegaskan Sikap AMPB: Bukan Mengejar Penghargaan, tetapi Memperjuangkan Kepentingan Rakyat
SOROTAN PUBLIK — PATI — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa gerakan yang mereka bangun bukan untuk mengejar penghargaan, piagam, sertifikat, ataupun pengakuan formal melalui kegiatan seremonial.
Menurut sikap yang disampaikannya, AMPB lebih menitikberatkan pada aksi nyata untuk mengawal kebijakan, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta memperjuangkan hak-hak warga, khususnya kelompok masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian.
Bagi AMPB, ukuran perjuangan bukan terletak pada banyaknya penghargaan yang diterima, melainkan pada sejauh mana aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui langkah-langkah konkret.
Prinsip tersebut tercermin dalam pendekatan gerakan yang mengutamakan keterlibatan langsung di tengah masyarakat. AMPB memandang bahwa advokasi tidak cukup berhenti pada diskusi atau pernyataan formal, tetapi perlu disertai pengawasan, penyampaian aspirasi, dan upaya mendorong penyelesaian persoalan yang dihadapi warga.
Dukungan dan kepercayaan masyarakat pun menjadi hal penting bagi keberlangsungan gerakan tersebut. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui pernyataan, tetapi juga melalui konsistensi sikap, keterbukaan, dan pertanggungjawaban atas setiap langkah yang dilakukan.
Mengawal Kebijakan dan Menyuarakan Aspirasi
Dalam konteks kehidupan demokrasi, gerakan masyarakat sipil dapat menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan publik. Masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, meminta penjelasan, dan mengawasi pelaksanaan kebijakan sepanjang dilakukan sesuai ketentuan hukum.
Karena itu, perjuangan yang membawa nama kepentingan rakyat juga perlu dijalankan secara bertanggung jawab, mengedepankan fakta, menjaga ketertiban, serta menghormati hak-hak masyarakat lainnya.
Bagi AMPB, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa perjuangan sosial tidak semestinya hanya diukur melalui seremoni atau pengakuan di atas kertas. Yang menjadi perhatian utama ialah keberlanjutan advokasi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, kepercayaan publik merupakan tanggung jawab yang harus dijaga. Setiap gerakan yang mengatasnamakan rakyat perlu memastikan bahwa aspirasi yang dibawa benar-benar disampaikan secara terbuka, konsisten, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
