Rizkan Al Mubarrok: MBG Adalah Investasi Peradaban, Tokoh Pers Independen Dukung Penuh Program Strategis Presiden RI

0
file_00000000b4507208adb640365b4912db

JAKARTA – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarrok, yang menilai program tersebut sebagai salah satu kebijakan paling strategis dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Rizkan, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar agenda pemenuhan kebutuhan pangan bagi anak-anak sekolah, melainkan sebuah investasi peradaban yang akan menentukan kualitas generasi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.

“Bangsa yang besar tidak hanya membangun jalan, jembatan, dan gedung-gedung megah. Bangsa yang besar membangun manusianya. Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi besar untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Rizkan Al Mubarrok dalam keterangannya, Kamis.

Sebagai tokoh pers independen yang selama ini aktif menyuarakan isu pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan pembangunan nasional, Rizkan menilai Program MBG menyentuh akar persoalan yang selama ini menjadi tantangan utama Indonesia, yakni kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan bahwa berbagai studi internasional menunjukkan hubungan erat antara kecukupan gizi dengan tingkat kecerdasan, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup seseorang di masa depan. Karena itu, upaya negara memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik merupakan langkah fundamental untuk memperkuat masa depan bangsa.

“Program ini bukan hanya memberi makan anak-anak Indonesia. Program ini sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Anak yang sehat hari ini adalah ilmuwan, guru, dokter, pengusaha, petani modern, prajurit, dan pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.

Rizkan menyoroti bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait stunting, kekurangan gizi, serta ketimpangan akses terhadap makanan sehat dan bergizi, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, Program MBG berpotensi menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia secara nasional.

“Ketika negara hadir memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, maka dampaknya akan sangat luas. Kesehatan meningkat, kemampuan belajar meningkat, angka putus sekolah dapat ditekan, dan kualitas sumber daya manusia akan tumbuh lebih baik,” tegasnya.

Lebih jauh, Rizkan menilai manfaat Program MBG tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat langsung, tetapi juga mampu menciptakan efek berantai yang besar terhadap perekonomian nasional.

Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan program dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, mulai dari petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi dan logistik.

“Program ini memiliki efek ganda yang luar biasa. Ketika petani menjual hasil panennya, nelayan menjual hasil tangkapannya, peternak memasok produknya, dan UMKM terlibat dalam rantai distribusi, maka yang tumbuh bukan hanya kualitas manusia, tetapi juga kekuatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Rizkan menyebut Program MBG sebagai contoh kebijakan yang menghubungkan pembangunan manusia dengan pembangunan ekonomi secara bersamaan. Menurutnya, konsep tersebut merupakan pendekatan modern yang diterapkan banyak negara maju dalam memperkuat daya saing bangsa.

Ia juga menilai keberanian pemerintah menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas nasional layak mendapat apresiasi karena manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.

Meski demikian, Rizkan menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tetap membutuhkan tata kelola yang transparan, profesional, dan akuntabel. Ia menilai peran media dan masyarakat sipil sangat penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.

“Dukungan terhadap program rakyat harus dibarengi pengawasan yang sehat. Pers memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan setiap kebijakan berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai insan pers, Rizkan menegaskan bahwa dukungan terhadap Program MBG bukanlah dukungan politik, melainkan dukungan terhadap kebijakan yang dinilai memiliki dampak besar bagi kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia.

Menurutnya, sejarah bangsa-bangsa maju menunjukkan bahwa investasi terbesar yang dilakukan negara selalu dimulai dari investasi terhadap manusia.

“Sejarah akan mencatat bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga generasi mudanya. Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah nyata membangun masa depan Indonesia dari ruang kelas, dari meja makan anak-anak, dan dari keluarga-keluarga Indonesia. Karena itu saya mendukung penuh program ini demi rakyat, demi bangsa, dan demi masa depan Indonesia,” pungkas Rizkan Al Mubarrok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *