Rizkan Al Mubarok: “Jika Anda Benar, Anda Tidak Perlu Marah. Jika Anda Salah, Anda Tidak Berhak Marah”
JAMBI – Di tengah derasnya arus perbedaan pendapat dan meningkatnya dinamika kehidupan sosial, Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarok, menyampaikan sebuah pesan moral yang mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan kebijaksanaan dalam menyikapi setiap persoalan.
Melalui sebuah pernyataan singkat namun sarat makna, Rizkan Al Mubarok mengatakan, “Jika Anda benar, Anda tidak perlu marah. Jika Anda salah, Anda tidak berhak marah.”
Pesan tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya pengendalian diri, kedewasaan berpikir, serta kemampuan menempatkan logika di atas emosi dalam menghadapi berbagai persoalan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, dunia kerja, maupun ruang publik.
Mengutamakan Akal Sehat Dibanding Emosi
Menurut Rizkan Al Mubarok, kemarahan sering kali tidak menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, emosi yang tidak terkendali justru berpotensi memperkeruh keadaan, merusak hubungan antarmanusia, bahkan menutup ruang dialog yang sehat.
Seseorang yang berada di posisi benar tidak perlu membuktikan kebenarannya melalui kemarahan. Fakta, bukti, dan sikap yang tenang akan berbicara dengan sendirinya.
Sebaliknya, apabila seseorang berada pada posisi yang keliru, maka langkah terbaik bukanlah mempertahankan ego melalui kemarahan, melainkan berani mengakui kesalahan, melakukan introspeksi, dan memperbaiki diri.
Kedewasaan Diukur dari Cara Mengendalikan Diri
Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan munculnya permusuhan ataupun kebencian.
Kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu indikator kedewasaan seseorang. Sikap tenang dalam menghadapi kritik, mampu mendengar pendapat orang lain, serta menghargai perbedaan merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari karakter kepemimpinan yang mengedepankan musyawarah, kebijaksanaan, dan penyelesaian masalah secara damai.
Membangun Budaya Dialog dan Saling Menghormati
Rizkan Al Mubarok berharap masyarakat Indonesia terus memperkuat budaya dialog yang santun, saling menghargai, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun bangsa.
Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas karakter masyarakatnya dalam menyelesaikan persoalan secara dewasa dan bermartabat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebenaran tidak membutuhkan kemarahan sebagai pembenaran, sementara kesalahan seharusnya menjadi momentum untuk belajar dan memperbaiki diri.
Dengan mengedepankan akal sehat, etika, serta sikap saling menghormati, kehidupan bermasyarakat yang damai, adil, dan harmonis dapat terus terjaga demi kemajuan Indonesia.
