Putra Daerah dan Arah Kepemimpinan: Rizkan Al Mubarrok Soroti Paradoks Narasi Inspirasi dan Tanggung Jawab Pembangunan Jambi

0
IMG-20250131-WA0003-1


Jambi — Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok, menyoroti kembali arah narasi kepemimpinan daerah yang dinilai perlu dikaji ulang, terutama terkait hubungan antara inspirasi merantau dan tanggung jawab membangun tanah kelahiran.
Menurut Rizkan, narasi bahwa kesuksesan dapat diraih di mana saja merupakan hal yang positif dalam mendorong mobilitas dan kompetensi generasi muda. Namun, ia menilai terdapat pertanyaan mendasar yang kerap luput dari perhatian publik.

Paradoks Inspirasi dan Tanggung Jawab Daerah

Ia mempertanyakan siapa yang akan memiliki komitmen penuh membangun daerah apabila seluruh sumber daya manusia terbaik justru terdorong untuk berkarier di luar wilayah asal.
“Jika semua didorong untuk sukses di luar, lalu siapa yang akan bertarung total membangun tanah kelahirannya sendiri?” ujarnya dalam keterangan di Jambi.
Rizkan menilai kepemimpinan daerah bukan sekadar jabatan administratif, tetapi juga amanah historis dan kultural yang menuntut keterikatan emosional serta pemahaman mendalam terhadap kondisi masyarakat lokal.

Tantangan Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

Dalam pandangannya, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari persoalan tata kelola pemerintahan dan transparansi kebijakan. Ia menyinggung pentingnya pembenahan sistem perizinan dan pengelolaan pembangunan agar lebih akuntabel.
Ia juga merujuk pada berbagai temuan lembaga pemeriksa negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan terkait persoalan administrasi dan perizinan di sejumlah periode sebelumnya, sebagai catatan penting dalam evaluasi pembangunan daerah.

Kepemimpinan Berbasis Akar Sosial

Rizkan menegaskan bahwa secara sosiologis, semakin kuat keterikatan seseorang dengan wilayahnya, semakin besar potensi totalitas pengabdiannya terhadap daerah tersebut.
Ia menyebut beberapa figur nasional seperti Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Dedi Mulyadi sebagai contoh pemimpin yang dinilai memiliki keterhubungan kuat dengan konteks sosial dan budaya wilayah yang mereka pimpin.

Pandangan AWNI Sumatera

Sebagai organisasi pers, AWNI menilai bahwa setiap daerah idealnya dipimpin oleh putra-putra terbaiknya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap pembangunan wilayah.
Namun demikian, prinsip tersebut tidak dimaksudkan sebagai pembatasan, melainkan sebagai penguatan komitmen terhadap pemahaman mendalam atas kebutuhan masyarakat daerah.


Terakhir Rizkan menegaskan bahwa inspirasi untuk sukses di luar daerah tetap penting, namun membangun tanah kelahiran merupakan bentuk pengabdian tertinggi.
“Sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling jauh pergi, tetapi siapa yang paling besar memberi arti bagi tanah tempat ia berasal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *