Arab Saudi Pertimbangkan Gunakan Yuan dalam Perdagangan Minyak ke China, Tanda Pergeseran Besar Sistem Keuangan Global
Riyadh — Arab Saudi dilaporkan tengah menjajaki penggunaan mata uang Yuan (Renminbi) dalam transaksi penjualan minyak mentah ke China, dalam langkah yang dinilai dapat mengubah peta sistem keuangan global yang selama puluhan tahun didominasi dolar Amerika Serikat.
Informasi tersebut dilaporkan oleh sejumlah media internasional seperti The Wall Street Journal, Bloomberg, dan Reuters, yang menyebutkan bahwa pembahasan ini masih berada pada tahap strategis antara Riyadh dan Beijing.
Diversifikasi Ekonomi dan Tekanan Geopolitik
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi Arab Saudi di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang mempengaruhi stabilitas pasar energi dunia.
China sendiri saat ini merupakan salah satu importir minyak terbesar Arab Saudi, sehingga hubungan dagang kedua negara menjadi semakin strategis dalam konteks perdagangan energi global.
Respons terhadap Sistem Keuangan Global
Para analis menilai, penggunaan Yuan dalam perdagangan minyak dapat menjadi respons pragmatis Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem dolar AS, sekaligus melindungi stabilitas fiskal dari potensi risiko sanksi dan volatilitas pasar keuangan global.
Selain itu, Arab Saudi juga dilaporkan mulai mengintegrasikan sistem pembayaran digital lintas batas melalui platform seperti mBridge, yang memungkinkan transaksi internasional dilakukan tanpa melalui jaringan perbankan koresponden tradisional.
Potensi Perubahan Sistem Petrodolar
Jika diterapkan, kebijakan ini dinilai berpotensi menggeser dominasi sistem petrodolar yang telah berlangsung sejak era 1970-an. Penggunaan Yuan dalam perdagangan energi diperkirakan dapat mendorong negara-negara produsen minyak lain di kawasan Teluk untuk mempertimbangkan langkah serupa.
Perubahan ini juga dipandang dapat memperkuat posisi Yuan dalam perdagangan komoditas global, sekaligus mempercepat tren de-dolarisasi di berbagai wilayah dunia.
