Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, 902 Taruna TNI dan Polri Dampingi Siswa di 172 Titik

0
IMG-20260801-WA0059(1)

YOGYAKARTA – Program Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat tahun 2026 resmi dimulai. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberangkatkan 902 taruna dalam apel yang digelar di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu (1/8).

Sebanyak 902 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian akan diterjunkan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 172 titik di seluruh Indonesia. Kehadiran para taruna diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa selama menjalani kehidupan pendidikan berasrama.

Program Taruna Bhakti menjadi kali pertama taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dilibatkan secara langsung dalam pendampingan siswa Sekolah Rakyat. Sebelumnya, pendampingan di sejumlah lokasi dilakukan oleh personel TNI dan Polri.

Pada tahun ini, cakupan pendampingan diperluas menjadi 172 titik yang terdiri atas lokasi Sekolah Rakyat dengan fasilitas gedung permanen maupun sementara.

Taruna Jadi Teladan Kedisiplinan Siswa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa kehadiran para taruna di Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi siswa dalam membangun kebiasaan disiplin dan mengelola kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama.

Menurutnya, para taruna memiliki pengalaman menjalani kehidupan jauh dari keluarga sehingga dapat memberikan teladan kepada siswa dalam menjalani rutinitas secara mandiri.

Para taruna akan mendampingi siswa selama lima hari dengan memberikan contoh dalam berbagai aktivitas kehidupan berasrama. Pendampingan dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, melipat dan menyusun pakaian, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, hingga membangun kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, para siswa mendapatkan sejumlah pembekalan dan kegiatan, antara lain praktik kerapian tempat tidur dan lemari, materi psikologi lapangan, serta latihan baris-berbaris.

Bangun Karakter dan Semangat Kebangsaan

Program Taruna Bhakti mencakup sejumlah materi yang dirancang untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Materi tersebut meliputi kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan nusantara, kegiatan ekstrakurikuler dan kelompok, kebersihan diri serta lingkungan asrama, bela negara, hingga kegiatan keagamaan.

Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya membentuk kebiasaan disiplin, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menegaskan adanya batasan yang harus dipatuhi. Tiga hal yang tidak boleh terjadi selama kegiatan adalah perpeloncoan, kekerasan fisik maupun seksual, serta tindakan intoleransi.

Sekolah Rakyat dan Upaya Memutus Rantai Kemiskinan

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Melalui pendidikan yang terintegrasi dengan pembentukan karakter, pemerintah berharap para siswa Sekolah Rakyat dapat berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, rasa percaya diri, kecintaan terhadap bangsa, dan semangat nasionalisme.

Kehadiran 902 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dalam Program Taruna Bhakti diharapkan menjadi pengalaman positif bagi siswa sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kedisiplinan dalam kehidupan pendidikan.

Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan cita-cita Generasi Emas Indonesia 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *