Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Sumsel, 12.956 Hotspot dan 6 Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Palembang — Usai memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau berjalan hingga tuntas, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan ke Kota Palembang, Sumatra Selatan, pada Senin (24/8/2026).
Setibanya di Palembang, Presiden langsung memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan. Rapat tersebut digelar untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tuntas.
Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 12.956 hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 1.926 hektare di Sumatra Selatan. Pemerintah terus memperkuat dukungan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Enam Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Sejumlah langkah telah disiapkan dalam penanganan karhutla di Sumatra Selatan. Pemerintah mengerahkan dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing untuk mendukung pemantauan sekaligus pemadaman dari udara.
Selain dukungan udara, sebanyak 20 unit ekskavator turut dikirim untuk memperkuat penanganan di lapangan. Pemerintah juga mengerahkan 11.567 personel dari berbagai unsur untuk menangani karhutla di wilayah Sumatra Selatan.
Penanganan juga diarahkan pada tindakan dini di setiap titik hotspot agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Perkuat Pencegahan di Kawasan Gambut
Selain pemadaman, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan jangka panjang. Salah satunya melalui pembuatan sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut guna membantu menjaga ketersediaan sumber air ketika terjadi kebakaran.
Pemerintah juga mengembangkan inovasi bahan pemadam berbahan baku ubi atau singkong sebagai salah satu alternatif untuk mendukung penanganan karhutla.
Di sisi lain, sebanyak 1.000 perwira TNI-Polri disiapkan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Presiden Minta Penanganan Karhutla Bergerak Cepat
Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran terus bergerak cepat dalam menangani karhutla. Setiap kendala di lapangan harus segera dievaluasi dan kebutuhan tambahan harus dipenuhi sesuai kondisi.
Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman. Upaya harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari deteksi dini, penguatan sarana dan personel, pemadaman, hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Dengan pengerahan personel, helikopter water bombing, peralatan berat, serta penguatan pencegahan di kawasan gambut, pemerintah berupaya memastikan penanganan karhutla di Sumatra Selatan berjalan optimal dan memberikan perlindungan bagi masyarakat serta lingkungan.
